Dukung Strategi Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Prabowo, AHY Beberkan 5 Pilar Peta Jalan Ekonomi Baru

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menyikapi semangat transformasi nasional yang digariskan Presiden Prabowo Subianto, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menawarkan peta jalan ekonomi baru bagi masa depan ekonomi Indonesia. 

Hal itu dituangkan AHY dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk "The New Economy, New Road to Prosperity" di Museum dan Galeri SBY-ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2).

AHY, yang juga Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya sekadar angka statistik.

"Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat," kata AHY dihadapan puluhan tokoh pemerintahan, akademisi, dan pelaku usaha.

Bagi generasi muda yang menghadapi disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan global, AHY menguraikan lima pilar "Ekonomi Baru" yang konkret dan relevan, yakni:

  1. Infrastruktur Dasar & Keadilan: Bukan sekadar aspal dan semen, tapi sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.
  2. Perumahan Layak: Fokus pada hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.
  3. Konektivitas Fisik & Digital: untuk memperkuat persatuan nasional, dan memastikan UMKM serta masyarakat di daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.
  4. Investasi Manusia: Prioritas pada kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama bersaing di level dunia.
  5. Akselerasi Teknologi & AI: Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etik, regulasi yang adaptif serta penguatan talenta digital.

AHY mengingatkan bahwa tantangan ke depan, mulai dari krisis iklim hingga dinamika geopolitik, memerlukan kebijakan yang jitu, bukan sekadar jargon.

"Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik bagi nelayan, buruh, hingga content creator muda," tambahnya.

Acara ini juga menghadirkan tokoh-tokoh dengan beragam latar belakang seperti pengusaha Chairul Tanjung, dan Otto Toto Sugiri, akademisi Prof. Hermanto sebagai Rektor Perbanas Institute, dan Dr. Yose Rizal dari CSIS, dan mantan Menteri Prof. Dr. Moh. Nuh, serta Dewan TIK Nasional Dr. Ilham Habibie. 

Acara ini ditutup dengan arahan dan wejangan dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramadan Datang, Cuan Mengalir! Ini 5 Bisnis yang Dijamin Laris Manis- Edukasi Ekonomi
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketum MUI Ajak Muhasabah di Tengah Rentetan Bencana
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
AS Desak Ukraina dan Rusia Akhiri Perang Pertengahan 2026, Zelenskyy Sebut Ada Tekanan Politik Dalam Negeri
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Iran ancam serang pangkalan AS di Teluk Persia jika diserang
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Asyik Bermain di Tepi Sungai Cikapundung, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam  
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.