Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berencana mengeksekusi lahan eks Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk dibangun menjadi pusat perkantoran lembaga Islam.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjelaskan bahwa lahan seluas 4.000 meter persegi tersebut akan difungsikan sebagai kantor bersama lintas instansi keagamaan.
“Masalah [penyediaan] gedung ini adalah bentuk komitmen presiden kepada kewibawaan dan perjuangan umat Islam sebagai mayoritas kekuatan yang ada di Indonesia,” ujar Nusron Wahid dalam keterangan resmi, Minggu (8/2/2026).
Nusron memaparkan bahwa pembangunan gedung ini bertujuan untuk menghilangkan beban biaya operasional atau overhead bulanan bagi lembaga-lembaga umat Islam. Seiring dengan adanya ketersediaan fasilitas perkantoran permanen, organisasi-organisasi tersebut diharapkan dapat mengalihkan fokus pada program pemberdayaan masyarakat secara lebih masif.
Nantinya, Umat Tower diproyeksikan menjadi rumah bagi sejumlah lembaga besar seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Selain itu, instansi keumatan lain dan organisasi kemasyarakatan (ormas) juga akan ditempatkan di lokasi tersebut.
Terkait spesifikasi bangunan, Nusron mengungkapkan bahwa desain yang telah disusun oleh Kementerian Agama mencakup pembangunan gedung setinggi 40 lantai. Kapasitas besar tersebut dirancang untuk mengonsolidasi seluruh kekuatan umat secara terpadu di bawah satu atap guna meningkatkan koordinasi antarlembaga.
Baca Juga
- Danantara Siapkan 1.000 Kamar di Makkah, Prabowo Janjikan Biaya Haji Turun
- Harga Gambir Anjlok, Petani di Sumbar Minta Intervensi Pasar
- Aksi China Borong Emas 40.000 Troy Ounce di Januari, Total Genggam 2.307 Ton
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyediaan lahan di pusat Jakarta ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Prabowo menyebut kawasan Bundaran HI tidak boleh hanya didominasi oleh fasilitas komersial seperti hotel mewah dan pusat perbelanjaan semata.
"Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah. Jangan hanya ada mal, nanti ada gedung yang akan diperuntukkan lembaga-lembaga umat Islam," tegas Prabowo di hadapan ribuan jemaah.
Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN kini tengah mematangkan aspek administrasi pertanahan agar proses eksekusi lahan eks Kedubes Inggris tersebut dapat segera dimulai.





