Robot AI Ambil Alih Pekerjaan Kasar, Profesi Kerah Biru Mulai Tak Aman?

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kemajuan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya memengaruhi pekerjaan kantoran yang berbasis komputer. Namun, teknologi tersebut kini mulai bergerak ke ranah fisik, seperti robot yang bekerja di pabrik, gudang, dan sektor teknis. 

Perkembangan ini mulai memicu gelombang kekhawatiran di kalangan serikat pekerja besar Amerika Serikat. Sebab, dampaknya bisa mempengaruhi ke pekerjaan blue collar, yang sebelumnya dianggap relatif aman dari otomatisasi.

Baca Juga :
Darurat Penipuan Online, Indosat Terjunkan AI untuk Lindungi Jutaan Pelanggan
Viral Robot Mirip Manusia di China, Ekspresi Wajah dan Tatapannya Bikin Merinding!

Selama ini, diskusi soal AI sering berfokus pada model bahasa besar yang otomatisasi tugas-tugas administratif atau berbasis data. Namun, ketika perangkat lunak pintar itu dipadukan dengan robot yang dapat berinteraksi dengan dunia nyata, tantangan baru muncul. 

Dan Reynolds, asisten direktur riset dari Communications Workers of America (CWA), menggambarkan situasi ini sebagai perubahan skala besar. Ia mengungkapkan, integrasi AI dalam robot fisik menghadirkan tantangan yang benar-benar berbeda di luar model bahasa besar, karena sistem pintar kini bisa beroperasi di lingkungan fisik nyata. 

Menurutnya, kemampuan robot bergerak, menangani benda, atau bekerja di lapangan menjadi ancaman baru bagi tenaga kerja. Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh pernyataan dari David White, direktur sumber daya strategis di International Association of Machinists and Aerospace Workers (IAM). 

White mengatakan bahwa perkembangan robot AI terjadi dengan cepat, sehingga menyulitkan pekerja, serikat dan pembuat kebijakan untuk merencanakan strategi perlindungan dan adaptasi. “Kekhawatiran kami saat ini adalah robotika AI bergerak terlalu cepat, sehingga menyulitkan untuk merencanakan bagaimana ini benar-benar akan memengaruhi pekerja, dan apa yang akan dilakukan para pemberi kerja,” ujar White, sebagaimana dikutip dari Futurism, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menekankan bahwa serikat pekerja perlu pemantauan terus-menerus terhadap perubahan ini agar tidak terkejut ketika teknologi mulai menggantikan peran manusia dalam industri yang selama ini bergantung pada tenaga fisik.

Di sisi lain, pengalaman panjang serikat lain juga memberi perspektif kritis terhadap klaim otomatisasi. Media coordinator dari International Brotherhood of Teamsters, Matt McQuaid, menyinggung bahwa industri teknologi sering menjanjikan robot otonom seperti truk tanpa sopir yang “tiba tahun depan” selama bertahun-tahun namun belum terealisasi sepenuhnya. 

Baca Juga :
Elon Musk Sebut Kuliah Tak Penting Lagi, AI dan Robot Bakal Gantikan Jutaan Pekerja Manusia
AI Mengancam 92 Juta Pekerja, Begini Jurus Jitu Menyelamatkan Karier Anda!
Profesi Blue-Collar Terancam! Robot AI Bakal Bisa Gantikan Tukang Las hingga Teknisi Listrik

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Reaksi Jujur Jerry Aurum Mantan Suami Denada soal Status Ressa sebagai Kakak Aisha
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejaksaan Masih Jadi Penegak Hukum Paling Dipercaya, Rekor Tertinggi
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Cegah Penyakit Pascabanjir di Sumut, TNI Gelar Pelayanan Kesehatan Keliling Hingga ke Rumah Warga
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Pramono saat Ikut Kerja Bakti: Saya Enggak Mau Masuk Gorong-Gorong, yang Kerja Otaknya
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.