Penulis: Harapan Sagala
TVRINews, Tapanuli Utara
Akibat tingginya intensitas hujan sejak hari Sabtu kemarin di wilayah Kecamatan Garoga, puluhan hektar lahan pertanian berisi tanaman padi warga yang siap panen mengalami kerusakan. Selain itu, satu unit jembatan penghubung dilaporkan hampir roboh akibat luapan Sungai Aek Garoga di Dusun Hadataran, Desa Lontung Jae 2.
Hingga Minggu 8 Februari 2026 pagi, sebagian lokasi masih tergenang air dan mengalami kerusakan parah. Menurut warga, kondisi tersebut mengakibatkan tanaman padi yang terdampak dipastikan gagal panen pada musim panen tahun ini.
Selain merusak lahan pertanian, banjir ini juga menyebabkan satu unit jembatan penghubung antarwilayah di Dusun Hadataran, Desa Lontung Jae 2 roboh. Jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan wilayah permukiman dengan area pertanian warga di wilayah tersebut.
Camat Garoga, Ade Henry Situmorang, S.STP, MSP, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu kemarin setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Hal ini menyebabkan aliran sungai meluap karena tidak mampu menahan derasnya arus sehingga menggenangi lahan pertanian warga.
Sementara itu, Kepala Desa Lontung Jae Dua, Karso Sipahutar mengatakan bahwa saat ini pihak pemerintah desa bersama Uspika dari Kecamatan Garoga sedang menuju lokasi untuk meninjau dan mendata kerusakan.
“Saat ini pihak pemerintah Desa bersama Uspika dari Kecamatan Garoga sedang menuju lokasi untuk meninjau dan mendata Kerusakan serta berharap instansi terkait juga untuk dapat turun segera serta dapat membantu Warga untuk pemulihan lahan Pertanian warga yang telah mengalami Kerusakan akibat dari dampak Banjir tersebut,” ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews




