Klaten: Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto mengembuskan napas terakhir Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 10.00 WIB. Jenazahnya kemudian dimakamkan dalam upacara kenegaraan di Pemakaman Umum Jonggrangan, Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Minggu, 8 Februari 2026.
Prosesi pemakaman dimulai pukul 11.00 WIB setelah jenazah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Dukuh Tegalrejo, RT.21 RW.06, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Klaten. Suasana haru dan isak tangis keluarga serta kerabat mewarnai peristiwa pelepasan terakhir tersebut.
Upacara pemakaman dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh masyarakat. Turut hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan Bupati Karanganyar Rober Christanto. Hadir pula mantan Bupati Klaten Sri Mulyani, Ketua DPRD Klaten Edy Sasangko, Dandim 0723/Klaten Letkol Slamet Hardianto, Kapolres Klaten AKBP Faruk Rozi, serta mantan Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo.
Baca Juga :
Kabar Duka, Wakil Bupati Klaten Meninggal di Usia 33 Tahun
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Benny Indra Ardhianto. "Saya merasa kehilangan, Jawa Tengah kehilangan putra terbaiknya. Sosok pimpinan muda yang berjuang memajukan daerahnya," ungkap Luthfi, Minggu, 8 Februari 2026.
Rasa duka juga disampaikan oleh rekan separtai almarhum. Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, mengaku mengenal baik Benny sebagai sesama kader. Menurutnya, ayah almarhum, Hariyanto, merupakan Ketua DPC Gerindra Klaten sekaligus Wakil Ketua DPRD Klaten.
Jenazah Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto. Metrotvnews.com/Triawati Prihatsari
"Saya sangat dekat dengan beliau dan keluarganya. Ketika almarhum dinyatakan meninggal, saya kaget karena sebelumnya tidak pernah mendengar kabar beliau sakit. Saya langsung mengabarkan kabar duka ini ke grup Gerindra Jawa Tengah,” beber Ardianto.
Ardianto menggambarkan Benny sebagai sosok muda yang berdedikasi tinggi, cerdas, loyal, dan memiliki visi besar untuk partai. “Dia sangat luar biasa. Anak muda yang punya garis besar ke depan sangat bagus untuk Partai Gerindra. Sayangnya, takdir berkata lain,” ungkap Ardianto.

