Atlet Sumatra Utara, Kifata Aftar, akhirnya berhasil keluar sebagai juara kelas U-21 ke bawah. Pegolf berusia 18 tahun tersebut bisa melepaskan diri dari kejaran Kenneth Henson Sutianto (DKI Jakarta) yang sempat memimpin hingga 7 hole pertama. Sayang, 1 double bogey dan 1 bogey yang dibuat Kenneth di 2 hole akhir 9 hole pertama justru melapangkan jalan Kifata di back nine. Hingga putaran akhir selesai, Kifata yang mengumpulkan total 216 (3-di atas-par) berhasil unggul 1 pukulan dari Kenneth (217).
“Hari ini aku bener-bener enggak ngeliat live score sama sekali, terus enggak expect juga bakal menang. Tiba-tiba pas nyampe live score ternyata, aku yang menang. Kaget sih dari situ juga. Main aman saja tiba-tiba dapat hasilnya,” ujar Kifata.
“Hari ini prinsip bermainnya tetap sama sih. Nggak maksa buat birdie. Tetap jalanin prosesnya terus, ikutin step by step saja,” tambah Kifata.
Baca Juga :
Pertarungan Sengit Dua Kelas Usia Putra
“Hari ini mainnya lebih bagus. Sesuai game plan semuanya. Tapi, yang paling penting putt-putt yang penting berhasil masuk. Makanya hasilnya bisa lebih bagus hari ini,” kata Justin.
“Key factor-nya sih tetap (ingin) menang. Tenang di bawah tekanan. Di hole-hole akhir skornya masih sama semua, pastinya kan deg-degan ya. Cuma, ya itu pentingnya harus tetap tenang di bawah tekanan,” tambah Justin, yang mengungguli Yujun dengan 1 pukulan.
Di nomor putri, laju atlet nasional Sania Talita Wahyudi tidak tertahankan. Meski tampil kurang bagus di putaran akhir, wakil dari Maja Golf Club ini tetap berhasil meraih trofi untuk Kelas U-21. Membukukan skor total 218 (5-di atas-par), Sania mengalahkan Renoctoviana Ramadhiani Said (DKI Jakarta) yang naik ke posisi 2 dengan selisih 8 pukulan.
“Permainan hari ini tidak begitu bagus. Banyak kecelakaan terjadi di lapangan. Ini juga tidak terlepas dari kondisi lapangan yang lebih berat dibandingkan 2 hari pertama karena hujan yang mengguyur sepanjang pagi tadi. Namun, untungnya saya bisa menjaga permainan karena selisih pukulan saya jauh dari teman-teman lain. Senang sekali saya bisa menang di sini karena ini jadi pengalaman saya bisa bertanding di Faldo Series dan lolos ke Vietnam,” jelas Sania.
Di kelas Girls U-16, Elevania Nurfasha pun berhasil menyabet trofi juara. Pegolf Jawa Barat berusia 14 tahun ini tetap memuncaki klasemen. Membukukan skor total 233 (20-di atas-par), Elevania mengungguli Freya Julia Davania (Sumut) yang berada di posisi kedua dengan 13 pukulan.
Juara Junior Tour akan bertanding di Faldo Junior Tour Asia Grand Final ke-17 di Laguna Lang Co, Vietnam, pada 22-24 April 2026. 12 Pegolf akan Bertanding di Future Final Inggris.
Selain Faldo Junior Tour, katergori Faldo Futures selesai dihelat yang menghasilkan 6 pemenang dari 3 kelompok usia: usia 7-8 tahun, usia 9-10 tahun, dan usia 11-12 tahun (putra-putri). Di divisi putra, Dyllan Michio Satriobudi (Birdie Bandits) menjuarai Kelas 11-12 dan Muhammad Bintang Maulana menjadi runner up; Bradley Tanady (Birdie Bandits) memuncaki Kelas 9-10 dan Harith Iman Hazrul sebagai runner up; serta Hiro Isaac Sung (Birdie Bandits) memenangi Kelas 7-8 dan Panji Wasendra Prasojo (Birdie Bandits) di posisi kedua.
Sementara, di divisi putri, Cheng Guo (Birdie Bandits) menjuarai di Kelas 11-12, yang disusul Josephine Johanna Sugandhi (Birdie Bandits) di posisi kedua; Amira Permadi (Birdie Bandits) memenangi Kelas 9-10 dan Aliya Putri Silvinia untuk runner up; serta Rayna Rachmat meraih trofi Kelas 7-8, disusul saudara kembarnya Riley di posisi runner up. Pemenang dan runner up dari Future Tour akan berkompetisi di Futures Final di Belfry, Inggris.
Pergelaran ini bergulir berkat Birdie Bandits, junior golf club yang didirikan oleh Gunung Geulis Country Club pada pertengahan tahun 2025. Event internasional ini memang salah satu program Birdie Bandits bagi para junior di Indonesia.
“Faldo Series ini diadakan sebenarnya sebagai rangkaian program Birdie Bandits yang dibikin oleh Gunung Geulis ya. Jadi, Birdie Bandits itu kan wadah untuk junior golfers dan salah satu agendanya itu adalah turnamen Faldo Series. Turnamen ini kan sebenarnya event junior internasional yang memang sudah lama absen di Indonesia. Jadi tahun lalu kami berinisiatif untuk
mengontak mereka (Faldo Series) untuk menghadirkan event ini di Indonesia,” kata Agung Budiman, Chairman Birdie Bandits.
“Kami cukup happy dengan kehadiran 61 pegolf di turnamen Faldo Series pertama ini. Kami sudah berkomitmen ke Faldo untuk menghadirkan turnamen ini selama 3 tahun ke depan. Dan tentunya kami harus lebih banyak belajar lagi untuk menyelenggarakan turnamen ini,” tambah Agung, yang juga President Director Gunung Geulis Country Club.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493748/original/061055100_1770265909-bandung_zooooo.jpeg)
