Produser Denny Siregar kembali membuat gebrakan di industri perfilman Tanah Air melalui karya terbarunya yang berjudul Tanah Runtuh.
Lewat Denny Siregar Production, film Tanah Runtuh menempatkan seorang anak berkebutuhan khusus sebagai tokoh sentral yang menggerakkan alur cerita.
"Ini adalah langkah yang dianggap nekat bagi sebagian orang, namun bagi kami, ini adalah bentuk kepercayaan terhadap kemampuan akting yang tulus," kata Denny dalam keterangan resmi.
Melalui film Tanah Runtuh, Denny ingin mendobrak stigma yang selama ini melekat pada penyandang down syndrome.
Baginya, mereka adalah bagian dari realitas sosial yang memiliki kekuatan karakter yang sama besarnya dengan orang lain.
"Kami ingin menunjukkan anak dengan down syndrome dapat tampil sebagai tokoh utama yang kuat dan relevan. Mereka punya cara tersendiri untuk menyampaikan emosi yang sangat mendalam kepada penonton," tutur Denny.
Namun, Denny memastikan kondisi down syndrome sang tokoh utama tidak dijadikan sebagai sumber konflik utama atau bahan untuk memancing air mata.
Sebaliknya, karakter tersebut terlibat langsung secara aktif dalam dinamika cerita yang penuh warna.
"Porsinya sangat penting. Ia bukan sekadar pelengkap atau latar belakang, melainkan motor penggerak emosi dalam narasi besar film ini," ucap Denny.
Kisah dalam Film Tanah RuntuhSecara tematis, Tanah Runtuh mengangkat kisah yang sangat kental dengan nilai kemanusiaan dan hubungan persaudaraan.
Mengusung tagar #trbrotherhood, film ini memotret bagaimana keluarga tetap berdiri tegak di tengah situasi kehilangan dan kondisi hidup yang tidak mudah.
Kehadiran Tanah Runtuh diharapkan memberikan perspektif baru bagi masyarakat mengenai makna penerimaan dan empati yang sesungguhnya.
"Harapannya, melalui Tanah Runtuh, muncul sebuah sudut pandang baru tentang apa itu persaudaraan sejati dan bagaimana kita menghargai perbedaan di sekitar kita," kata Denny.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482732/original/028717600_1769244349-Persija_Vs_Madura-2.jpg)

