Organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat virus nipah berasal dari kelelawar buah yang menularkannya ke babi. Penebangan hutan menyebabkan kelelawar kehilangan habitat mereka, sehingga mereka pindah mendekati permukiman manusia dan peternakan. Ini lah yang memungkinkan virus nipah berpindah dari kelelawar ke babi, dan dari babi ke manusia.
Penularan virus nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi seperti air liur, darah, dan urin.
Selain itu beberapa penelitian juga menunjukkan seseorang bisa terinfeksi virus nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.
Lalu seperti apa upaya pemerintah dalam mencegah virus nipah di Indonesia? Selengkapnya di PerANTARA! (Roy Rosa Bachtiar/Cahya Sari/Keysha Anissa/Reza Hardiansyah/Rayyan/Farah Khadija)




