Moms, apakah Anda penggemar kuaci? Ya, kuaci adalah camilan kecil yang populer dan sering dijadikan teman santai karena rendah kalori, sehingga relatif aman, terutama bagi ibu yang sedang menurunkan berat badan.
Tapi pertanyaannya: kapan anak boleh makan kuaci? Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Kapan Waktu yang Aman untuk Beri Kuaci pada Anak?Mengutip Hello Motherhood, kuaci adalah biji bunga matahari yang kaya nutrisi seperti lemak sehat, vitamin, dan mineral — namun bentuknya yang kecil dan keras membuatnya memiliki risiko tertentu bila diberikan kepada anak terlalu dini.
1. Risiko Tersedak pada Anak di Bawah 4 Tahun
Biji kecil seperti kuaci termasuk dalam kategori makanan yang berisiko menjadi tersedak bagi anak-anak yang belum memiliki keterampilan mengunyah dan menelan yang matang.
Untuk itu, para ahli menyarankan agar anak di bawah usia 4 tahun tidak diberikan biji atau kacang utuh, termasuk kuaci, karena ukuran, bentuk, dan teksturnya bisa tersangkut di saluran pernapasan.
2. Pertimbangkan Usia dan Keterampilan Mengunyah
Setelah usia 4 tahun, kemampuan anak dalam mengunyah dan menelan biasanya lebih berkembang, sehingga risiko tersedak menurun.
Ini adalah usia umum di mana camilan kecil dan keras seperti kuaci — tanpa kulit/tempurung keras — bisa mulai diperkenalkan secara perlahan dengan pengawasan ketat orang tua.
3. Alternatif Kuaci yang Lebih Aman
Jika Anda ingin memperkenalkan rasa biji bunga matahari lebih awal, ada cara yang lebih aman daripada memberikan kuaci utuh:
Kuaci tanpa kulit (kernel) yang diiris sangat halus atau ditambahkan ke makanan seperti yoghurt atau bubur.
Olesan berbasis biji bunga matahari (sunflower seed butter) yang disajikan tipis di roti atau campuran makanan lain juga bisa menjadi pilihan — tetapi juga perlu pengawasan, karena masih bisa berisiko jika porsi terlalu besar.
4. Awasi Reaksi Alergi dan Kandungan Garam
Meskipun jarang, beberapa anak bisa mengalami reaksi alergi terhadap biji bunga matahari. Awasi gejala seperti gatal pada mulut, pembengkakan, atau ruam setelah mencoba makanan baru ini.
Selain itu, banyak produk kuaci yang dijual di pasaran memiliki tambahan garam; untuk anak kecil, pilih versi tanpa garam atau rendah garam agar tidak berlebihan asupan sodium.



