Apec Business Advisory Council atau ABAC bersama dengan KADIN Indonesia dan Menko Perekonomian siap menggelar pertemuan pertama ABAC 2026. Dalam kegiatan ini, Indonesia akan mendorong produk ekspor andalan guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha dari 21 ekonom anggota APEC. Melalui wadah ini, rekomendasi kebijakan dunia usaha akan disampaikan langsung kepada para pemimpin ekonomi APEC.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia menginisiasi penguatan focus konektivitas sebagai agenda strategis utama ABAC 2026. Inisiatif ini digagas oleh ketua ABAC Indonesia sekaligus Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie.
Baca Juga :
Temui Moody's, Danantara Diminta Jelaskan Kepastian Arah Fiskal RILangkah ini dinilai sejalan dengan prioritas Tiongkok yang bertindak sebagai ketua ABAC 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun menyebut pemerintah memberikan dukungan penuh pada giat ini demi mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tangguh.
Menurut Airlangga, APEC merupakan pasar yang sangat vital mengingat adanya kekuatan ekonomi besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Untuk itu, pemerintah akan mengakselerasi sejumlah sektor industry dan juga produk ekspor andalan mulai dari komoditas logam, kelapa sawit, tekstil hingga furnitur.
"Oleh karena itu Indonesia perlu mendukung agar APEC berjalan secara baik karena ini adalah salah satu ekonomi terbesar dan tentu Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan dengan negara-negara APEC ini bisa kita tingkatkan," ujar Airlangga dikutip dari Newsline, Metro TV, Minggu, 8 Februari 2026.




