Jakarta (ANTARA) - Bogor Hornbills (BHB) berhasil menang telak 99-75 melawan Satya Wacana Salatiga (SWS), dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026, di GOR Basket Prof. Susilo Wibowo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu malam.
Kemenangan itu dimotori oleh power forward asing, Travin Thibodeaux, yang membukukan 30 poin alias terbanyak di antara rekan dan lawan, serta ditambah dua rebound, dan dua assist, selama 22 menit 1 detik bermain.
Selain dia, Stephaun Branch juga menyumbang 19 poin, enam rebound, dan lima assist, serta 11 angka, satu rebound, dan dua steal dari Hans Abraham.
Sementara, tuan rumah hanya bertumpu dengan guard Kevin Kangu yang mencetak 27 poin, tiga rebound, dan enam assist. Ditambah sumbangsih oleh pemain lokal sekaligus kapten tim, Henry Cornelis Lakay yang mencetak 13 poin dan dua assist.
Baca juga: Teemo Tan versus Antoni Erga warnai laga Satya Wacana kontra Hornbills
Sejak awal laga, BHB sudah langsung menggebrak sisi pertahanan tuan rumah. Baru berjalan delapan detik, Thibodeaux langsung melakukan driving lay up guna membuka kran skor laga.
Pemain asal Amerika Serikat (AS) itu bahkan melakukan dunk untuk mencetak poin beruntun, guna memberi sinyal haus poin kepada tuan rumah. Skor pun tercatat 30-14 untuk keunggulan tim Kota Hujan.
Pada kuarter kedua, kedua tim saling mengemas poin. Tetapi, perpaduan Thibodeaux dan Branch, membuat kran poin mengalir deras untuk tim tamu, alhasil mereka unggul 56-40.
Usai halftime, Kevin Kangu tidak tinggal diam melihat timnya tertinggal poin. Tembakan tiga angka, lay up, dan lemparan bebas (free throw) berhasil dieksekusi dengan bagus sehingga mempertipis ketertinggalan.
Baca juga: Thibodeaux bawa Bogor Hornbills tundukkan Rans Simba
Namun, keganasan Thibodeaux di 5 menit awal kuarter, serta kontribusi dari Kevin Sanjaya, Fhirdan Guntara, dan Daniel Wenas, membuat skor tetap menjauh menjadi 81-52.
Pada kuarter terakhir atau keempat, tepatnya 4 menit menjelang laga berakhir, giliran guard lokal Hans Abraham yang tampil percaya diri.
Dia berhasil mencetak angka tiga kali beruntun melalui satu reverse lay up dan dua kali tembakan tiga angka, guna membuat timnya menang 99-75.
Saat ini Bogor Hornbills telah mengemas total 13 poin lewat rekor laga 6-1 (menang-kalah), sedangkan Satya Wacana Salatiga mencatatkan rekor 0-7 alias belum pernah menang dan hanya mengumpulkan tujuh poin.
Klasemen sementara ditentukan setelah laga antara Pacific Caesar Surabaya melawan Kesatria Bengawan Solo, yang masih berlangsung hingga pukul 20.30 WIB.
Baca juga: Junas: Status lokal Modu Kane buka opsi tambahan pemain asing bagi SWS
Kemenangan itu dimotori oleh power forward asing, Travin Thibodeaux, yang membukukan 30 poin alias terbanyak di antara rekan dan lawan, serta ditambah dua rebound, dan dua assist, selama 22 menit 1 detik bermain.
Selain dia, Stephaun Branch juga menyumbang 19 poin, enam rebound, dan lima assist, serta 11 angka, satu rebound, dan dua steal dari Hans Abraham.
Sementara, tuan rumah hanya bertumpu dengan guard Kevin Kangu yang mencetak 27 poin, tiga rebound, dan enam assist. Ditambah sumbangsih oleh pemain lokal sekaligus kapten tim, Henry Cornelis Lakay yang mencetak 13 poin dan dua assist.
Baca juga: Teemo Tan versus Antoni Erga warnai laga Satya Wacana kontra Hornbills
Sejak awal laga, BHB sudah langsung menggebrak sisi pertahanan tuan rumah. Baru berjalan delapan detik, Thibodeaux langsung melakukan driving lay up guna membuka kran skor laga.
Pemain asal Amerika Serikat (AS) itu bahkan melakukan dunk untuk mencetak poin beruntun, guna memberi sinyal haus poin kepada tuan rumah. Skor pun tercatat 30-14 untuk keunggulan tim Kota Hujan.
Pada kuarter kedua, kedua tim saling mengemas poin. Tetapi, perpaduan Thibodeaux dan Branch, membuat kran poin mengalir deras untuk tim tamu, alhasil mereka unggul 56-40.
Usai halftime, Kevin Kangu tidak tinggal diam melihat timnya tertinggal poin. Tembakan tiga angka, lay up, dan lemparan bebas (free throw) berhasil dieksekusi dengan bagus sehingga mempertipis ketertinggalan.
Baca juga: Thibodeaux bawa Bogor Hornbills tundukkan Rans Simba
Namun, keganasan Thibodeaux di 5 menit awal kuarter, serta kontribusi dari Kevin Sanjaya, Fhirdan Guntara, dan Daniel Wenas, membuat skor tetap menjauh menjadi 81-52.
Pada kuarter terakhir atau keempat, tepatnya 4 menit menjelang laga berakhir, giliran guard lokal Hans Abraham yang tampil percaya diri.
Dia berhasil mencetak angka tiga kali beruntun melalui satu reverse lay up dan dua kali tembakan tiga angka, guna membuat timnya menang 99-75.
Saat ini Bogor Hornbills telah mengemas total 13 poin lewat rekor laga 6-1 (menang-kalah), sedangkan Satya Wacana Salatiga mencatatkan rekor 0-7 alias belum pernah menang dan hanya mengumpulkan tujuh poin.
Klasemen sementara ditentukan setelah laga antara Pacific Caesar Surabaya melawan Kesatria Bengawan Solo, yang masih berlangsung hingga pukul 20.30 WIB.
Baca juga: Junas: Status lokal Modu Kane buka opsi tambahan pemain asing bagi SWS





