tvOnenews.com - Perjalanan gemilang Timnas Futsal Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026 masih menjadi bahan perbincangan hangat publik.
Walau gagal mengangkat trofi setelah kalah lewat adu penalti dari Iran di final, pencapaian skuad Garuda menembus partai puncak untuk pertama kalinya tetap dianggap sebagai tonggak sejarah besar bagi futsal nasional.
Turnamen ini sendiri merupakan kompetisi futsal paling prestisius di Asia yang telah digelar sejak 1999 dan selama bertahun-tahun didominasi kekuatan tradisional seperti Iran dan Jepang.
Indonesia berhasil mencuri perhatian lewat performa konsisten sepanjang turnamen, termasuk kemenangan penting atas Jepang di semifinal yang mengantar mereka ke final.
Menanggapi capaian tersebut, pengamat futsal sekaligus mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Justinus Lhaksana atau Coach Justin, memberikan pandangannya melalui kanal YouTube pribadinya.
- Tangkapan Layar YouTube Coach Justin
"Kita tahu, kita gagal juara, kalah lewat adu penalti," ujar Coach Justin dalam video di kanal YouTube pribadinya.
Kendati demikian, ia menegaskan rasa bangganya melihat perjuangan tim yang mampu mengimbangi kekuatan raksasa Asia.
"Saya pribadi sangat amat bangga dengan tim ini, terlebih bahwa kita bisa saingan dengan tim dengan ranking ke-5 terbaik di dunia (Iran)," terangnya.
Coach Justin juga menyoroti dominasi panjang Iran di futsal Asia yang kembali terbukti di edisi 2026.
"Sebelumnya Iran telah 13 kali juara dalam ajang futsal di Asia, sekarang mereka meraih gelar juara yang ke-14 kalinya," sebut Justin.
"Tentu ini rekor yang luar biasa untuk Iran," tambahnya.
Dominasi tersebut selaras dengan sejarah kompetisi, di mana Iran memang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama yang paling sering menguasai gelar juara sejak turnamen pertama digelar.
- Instagram @timnasfutsal
Selain final yang dramatis, Coach Justin juga menyoroti capaian Indonesia menyingkirkan Jepang, tim yang memiliki tradisi kuat di futsal Asia, sebagai pencapaian yang sulit dibayangkan sebelumnya.
"Hal yang masih membuat saya kagum, adalah keberhasilan mereka mencapai babak final, sampai adu penalti," tuturnya.




