MALANG KOTA (Realita)- Presiden Prabowo dihadapan ratusan ribu kaum Nahdliyin yang memadati Stadion Gajayana Kota Malang menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Nahdlatul Ulama atas kontribusinya selama satu abad dalam menjaga persatuan dan kedamaian bangsa.
Begitu juga konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman moderat, toleran, dan berakar pada kebangsaan, sehingga mampu merawat kerukunan umat dan keutuhan NKRI.
Baca juga: Atasi Polemik Sound Horeg Pemprov Jatim Siapkan Langkah Pendekatan Terbaik
Tidak cuma itu, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bahagia dan haru dapat berada di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Bahkan ia setiap bertemu dengan para Kyai, Ulama dan Jamaah NU dirinya selalu merasakan semangat untuk terus mengabdi untuk negeri
Baca juga: Kemlu Respon Soal 5 Nahdliyin Bertemu Presiden Israel
Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dihadiri lautan manusia dari berbagai daerah, di Stadion Gajayana Kota Malang. Minggu (8/2/2026)
Secara khusus, Presiden Prabowo mengutip filosofi Jawa yang diajarkan oleh para kiai dan leluhur, yakni “Mikul Dhuwur Mendem Jero”. Filosofi ini bermakna mengangkat tinggi kebaikan dan mengubur dalam-dalam segala kekurangan atau keburukan.
Baca juga: NU Terima Bantuan Kemanusiaan Rp1,5 Miliar dari Unilever Indonesia
”Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam. Berbeda tidak masalah, sesudah berbeda cari persatuan, cari kesamaan, musyawarah untuk mufakat,” tambah Presiden.ton
Editor : Redaksi




