Yogyakarta: Pemerintah menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Hal ini ditegaskan usai pemantauan lapangan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta.
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, menyatakan hasil pemantauan terhadap 14 komoditas pangan menunjukkan kondisi normal dan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Harga Acuan Penjualan (HAP).
"Alhamdulillah dari pantauan terhadap 14 komoditas, secara keseluruhan masih sesuai den, 8 Februari 2026.
Nita menyebut pemerintah akan menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang dan selama Ramadan sebagai langkah pendukung menjaga stabilitas pasokan dan harga.
"Masyarakat Provinsi DIY tidak usah khawatir karena ada gerakan pangan murah yang dilakukan jelang dan sampai dengan bulan Ramadan. Ada sekitar tujuh kali yang dilakukan oleh Dinas Provinsi dan juga oleh Bulog bersama pemerintah," ujarnya.
Baca Juga :
Jelang Ramadan, Satgas Pangan Pastikan Stok Sembako di Malang Aman
Ketua Pelaksana Satgas Saber DIY, Komisaris Besar Kayuswan Tri Panungko, menyatakan pemantauan difokuskan pada pemberian edukasi untuk mencegah praktik curang seperti monopoli dan penimbunan.
"Kami memberikan peringatan pada para spekulan, produsen, maupun distributor agar tidak memainkan harga maupun melakukan penimbunan terhadap komoditas-komoditas pangan prioritas," ujar Kayuswan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menegaskan stok beras di DIY dalam kondisi sangat aman. Bulog saat ini menguasai stok sekitar 39.000 ton beras.
"Untuk beras, kondisinya sangat aman. Stok yang kami kuasai saat ini mencapai 39.000 ton sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ucap Dedi.
Jaminan ketersediaan stok beras ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan pokok sekaligus mencegah gejolak harga di tingkat konsumen hingga periode Lebaran 2026.




