Cuaca Ekstrem Rusak Puluhan Rumah di Probolinggo, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

suara.com
7 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Phosangit Leres, Probolinggo, Jawa Timur pada Sabtu sore (7/2).
  • Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada total 20 rumah warga di Dusun Bringin dan Kukun serta fasilitas umum.
  • BPBD Probolinggo telah melakukan pendataan kerusakan; dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden cuaca tersebut.

Suara.com - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Phosangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (7/2) petang. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan berdampak cukup luas di desa tersebut.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang disertai angin kencang mengakibatkan puluhan rumah dan fasilitas umum rusak di Desa Phosangit Leres, Kecamatan Sumberasih," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Probolinggo Oemar Sjarif di Probolinggo, seperti dikutip dari Antara, Minggu.

Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan rumah warga tersebar di dua dusun dengan kategori ringan hingga berat. Petugas BPBD telah mencatat jumlah rumah terdampak sebagai dasar penanganan lanjutan.

"Di Dusun Bringin terdapat 12 rumah rusak dan 8 rumah rusak di Dusun Kukun, semuanya yang terdampak di Desa Phosangit Leres," katanya.

Selain rumah warga, angin kencang juga merusak sejumlah fasilitas umum. Bangunan musala Sirojulfalah serta gedung SPPG dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Probolinggo langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen dan memastikan kondisi warga terdampak. Fokus utama penanganan diarahkan pada pendataan kerusakan serta memastikan keselamatan masyarakat.

Oemar menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan mengajak masyarakat untuk segera melaporkan ke aparat desa atau BPBD apabila terjadi kejadian serupa, guna mempercepat penanganan dan meminimalisir dampak bencana," ujarnya.

Baca Juga: Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
ASN Tukin "Sultan" Tapi Korupsi, Mengapa Bisa Terjadi?
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Kementrans Tangani Konflik Kawasan, 19 Wilayah Transmigrasi Sudah Bebas Tumpang Tindih Hutan
• 27 menit laluliputan6.com
thumb
Macan Dahan Masuk Rumah di Lahat Diduga Peliharaan Warga, Damkar Turun Tangan
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Flyover Jakarta akan Steril dari Atribut Partai
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Kementerian PU Aktifkan 143 SPAM di Sumatera Pascabencana
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.