Jakarta, tvOnenews.com - Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris 2025/26 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Sunderland dalam laga yang berlangsung di London, Sabtu (7/2/2026).
Tambahan tiga poin membuat The Gunners kini mengoleksi 56 poin dari 25 pertandingan dan unggul sembilan angka dari para pesaing terdekatnya.
Meski demikian, manajer Arsenal Mikel Arteta menegaskan bahwa keunggulan tersebut belum memiliki arti apa pun pada tahap ini.
“(Keunggulan sembilan poin) tak berarti apa-apa. Kami masih harus terus memenangkan banyak pertandingan untuk mencapai target kami, jadi jangan fokus pada itu. Itu hal lain,” kata pelatih asal Spanyol tersebut, dikutip dari ESPN, Minggu (8/2/2026).
Pada pertandingan lain di hari yang sama, salah satu rival Arsenal, Aston Villa, gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang Bournemouth dengan skor 1-1. Hasil tersebut membuat Villa kini berada di peringkat ketiga klasemen dengan raihan 47 poin, jumlah yang sama dengan Manchester City yang menempati posisi kedua.
Manchester City sendiri masih memiliki satu laga tunda melawan Liverpool di Anfield. Pertandingan tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi tim asuhan Pep Guardiola sekaligus memengaruhi persaingan di papan atas klasemen.
Arteta kembali menegaskan bahwa fokus utama timnya saat ini bukan pada posisi di klasemen, melainkan menjaga konsistensi performa dari satu laga ke laga berikutnya.
“Kami sudah menyelesaikan tugas, kami sudah melakukan apa yang harus kami lakukan. Sekarang mari evaluasi, perbaiki apa yang perlu diperbaiki, dan bersiap untuk pertandingan melawan Brentford,” lanjut Arteta.
Sikap hati-hati Arteta diyakini berangkat dari pengalaman pahit Arsenal pada musim 2022/23. Saat itu, The Gunners sempat unggul delapan poin atas Manchester City pada awal April, namun gagal mempertahankan keunggulan dan harus mengakhiri musim sebagai runner-up dengan selisih lima poin.
Arsenal terakhir kali menjuarai Liga Inggris pada musim 2003/04 di bawah asuhan Arsene Wenger. Dalam tiga musim terakhir, mereka selalu finis di posisi kedua bersama Arteta, sehingga kehati-hatian sang pelatih dinilai sebagai upaya menjaga fokus tim hingga akhir musim demi mengakhiri penantian panjang gelar juara.




