Parkir Liar Masih Marak di Bandung, Farhan Dorong Digitalisasi

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Pemerintah Kota Bandung mengakui praktik parkir liar masih menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menggambarkan penertiban yang dilakukan sering kali ibarat permainan kucing-kucingan antara petugas dan juru parkir ilegal.

"Terkait parkir liar, pada prinsipnya itu seperti kucing-kucingan. Ditertibkan, muncul lagi, ditertibkan lagi," kata Farhan di Cihampelas, Minggu, 8 Februari 2026.

Menurut Farhan, akar persoalan terletak pada belum optimalnya digitalisasi sistem pendapatan daerah. Ia membandingkan belanja pemerintah yang sudah 100 persen digital dengan penerimaan daerah yang masih sekitar 16,7 persen dilakukan manual, termasuk sektor parkir.

"Bank Indonesia kemarin menyampaikan belanja pemerintah sudah 100 persen menggunakan platform digital. Tapi sumber pendapatan kita baru 83,3 persen yang digital. Masih ada 16,7 persen manual, salah satunya parkir," ujar Farhan.
 

Baca Juga :

Bandung jadi Primadona Wisatawan, Pemkot Siapkan Solusi Parkir dan Sampah


Sistem parkir manual tersebut, lanjutnya, membuka celah kebocoran dan sulit diawasi, sehingga praktik parkir liar terus berulang. Oleh karena itu, Pemkot Bandung mendorong percepatan digitalisasi parkir sebagai solusi jangka menengah.

"Makanya parkir harus kita dorong digitalisasi. Kalau tidak, akan terus seperti ini," tegas Farhan.

Merespons laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang pernah menilai mesin parkir sebagai pemborosan, Farhan menegaskan aset daerah tersebut harus dioptimalkan karena tidak bisa dihapus begitu saja.

"Mesin parkir memang pernah dinilai BPK sebagai pemborosan, tapi itu sudah jadi aset daerah dan tidak bisa dihapus sembarangan. Maka yang bisa kita lakukan adalah mengoptimalkannya," jelas Farhan.

Untuk solusi jangka panjang, Farhan membuka peluang pembangunan gedung parkir. Opsi ini disebutnya sebagai solusi ideal untuk mengurangi parkir liar di badan jalan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.

"Kalau solusi paling ideal, sebetulnya saya ingin mencari investor untuk membangun gedung parkir. Itu solusi paling enak," tandas Farhan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Intip Skema Relaksasi KUR UMKM Terdampak Banjir Aceh-Sumatra
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Bapanas Perkuat Pengawasan Harga dan Distribusi Pangan di Daerah
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat Rampung Tahun Ini, Intip Progresnya
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Chery Luncurkan Mobil Hatchback, Harga Baru di Awal Peluncurannya Cuma Rp70 Juta
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Siswa SMK Diduga Disiram Air Keras di Jakpus, Pelaku Sesama Pelajar
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.