Bank Sentral China Injeksi Likuiditas Rp1.457 Triliun ke Pasar jelang Imlek

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral China (The People's Bank of China/PBOC) meningkatkan suplai uang tunai di sistem perbankan demi menjamin ketersediaan selama liburan tahun baru imlek.

Dilansir Bloomberg, Senin (9/2/2026), bank sentral China menggelontorkan total senilai 600 miliar yuan atau US$86,4 miliar (setara Rp1.457,5 triliun) melalui skema 14-day repurchase pada minggu lalu. Selama 2 bulan terakhir, bank sentral sempat berhenti melaksanakan kebijakan ini.

Industrial Securities memperkirakan PBOC akan menambahkan dana senilai 3,5 triliun yuan melalui instrumen serupa sebelum liburan dimulai pada hari Minggu.

Suntikan dana tersebut bertujuan untuk mengatasi kekurangan likuiditas sekitar 3,2 triliun yuan yang diidentifikasi oleh perhitungan Bloomberg. Penarikan dana terkait pengeluaran liburan, penerbitan obligasi pemerintah yang besar, dan meningkatnya permintaan korporasi terhadap yuan diperkirakan akan menguras dana dari sistem perbankan.

Bagi PBOC, menjaga kelancaran sistem keuangan sangat penting untuk mencegah krisis uang tunai musiman dan mempertahankan momentum ekonomi di tengah meningkatnya tantangan.

Sebelum langkah terbaru ini, PBOC menggandakan pembelian obligasinya pada bulan Januari dan menambahkan dana jangka menengah hingga panjang sebesar 1 triliun yuan ke dalam sistem perbankan, sebuah rekor baru.

Baca Juga

  • Aksi China Borong Emas 40.000 Troy Ounce di Januari, Total Genggam 2.307 Ton
  • Danantara Bantu KRAS Bangun Pabrik Hulu Baja, Proyek dengan China Mundur?
  • Genjot IPO, Bursa Singapura Incar Perusahaan-perusahaan China dan Asean

“Bank sentral memiliki ruang yang cukup untuk memperpanjang likuiditas,” kata Ming Ming, kepala ekonom di Citic Securities.

Dia berharap PBOC dapat mengimbangi kesenjangan pendanaan dengan menggabungkan suntikan dana melalui instrumen likuiditas konvensional dengan pembelian obligasi dalam skala yang stabil.

Sebagian tekanan likuiditas berasal dari perilaku rumah tangga. Analis dari Huaxi Securities memperkirakan penarikan likuiditas sebesar 900 miliar yuan dari perjalanan liburan dan tradisi pemberian uang tunai dalam amplop merah selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Selain itu, sekitar 405,5 miliar yuan dari reverse repo PBOC akan jatuh tempo minggu ini, menurut perhitungan Bloomberg, yang selanjutnya akan menguras kas dari bank. Jatuh tempo reverse repo secara langsung akan mengurangi 500 miliar yuan lagi.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Parade Motor Premium di IIMS 2026: Harga Tembus Rp2,6 Miliar, Termurah Mulai Rp600 Jutaan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Ramadan Datang, Cuan Mengalir! Ini 5 Bisnis yang Dijamin Laris Manis- Edukasi Ekonomi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banyak Kapal Mangkrak di Pelabuhan Muara Angke, Apa Penyebabnya?
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Inovasi Visa Menggaet Konsumen Muda 
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Perlu Penyelidikan, Apa Nama Elit Global di Dokumen Epstein Pasti Terlibat
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.