Diplomasi Indonesia Berduka, Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Tutup Usia

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo meninggal dunia di RSPAD Jakarta.
  • Mantan Gubernur Lemhannas ini wafat dalam masa aktif jabatan diplomatik luar negeri.
  • Almarhum akan disemayamkan di kediamannya kawasan Puri Cikeas usai prosesi RSPAD.

Suara.com - Dunia diplomasi Indonesia berduka atas berpulangnya Duta Besar RI untuk Filipina, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Mantan Gubernur Lemhannas tersebut mengembuskan napas terakhir dalam masa jabatan aktifnya pada Minggu (8/2/2026) pukul 20.15 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily. Ace menyebutkan bahwa putra Pahlawan Revolusi Mayjen Sutoyo Siswomiharjo tersebut akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Puri Cikeas setelah prosesi di RSPAD selesai.

"Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Letjen TNI (Purn) Agus Widjoyo. Rencananya jenazah akan disemayamkan di kediaman almarhum di Puri Cikeas," ujar Ace kepada media, Minggu malam.

Agus Widjojo bukan sekadar purnawirawan jenderal bintang tiga biasa. Sejak dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Dubes untuk Filipina pada 12 Januari 2022, ia dikenal sebagai diplomat yang membawa perspektif keamanan strategis ke dalam hubungan bilateral. Dedikasinya di Manila menjadi penutup dari rangkaian panjang pengabdiannya kepada negara.

Sebelum terjun ke dunia diplomasi, Agus dikenal sebagai intelektual di tubuh militer. Lulusan Akmil 1970 ini meraih gelar Master di bidang Administrasi Publik pada 1994, sebuah pencapaian yang memperkuat kapasitasnya sebagai Dosen Seskoad hingga menjadi Komandan Sesko ABRI pada 1999.

Kariernya yang lintas sektoral—mulai dari Kepala Staf Teritorial TNI, Wakil Ketua MPR RI, hingga menjabat Gubernur Lemhannas selama enam tahun (2016-2022)—menjadikannya salah satu pemikir utama dalam reformasi struktur politik-keamanan Indonesia.

Wafatnya Agus Widjojo menandai hilangnya sosok jembatan antara dunia militer, akademisi, dan diplomasi internasional. Semangat pengabdiannya yang tak surut hingga usia senja menjadi warisan berharga bagi generasi penerus bangsa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Pengakuan Mengejutkan Anggota Banser yang Dianiaya Habib Bahar: Ditodong Golok, Katanya Mau Dimutilasi
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Hujan Lebat Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah di Indonesia
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Aksi Nyata di HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Bersihkan Sungai dan Sapa Warga Aur
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Iran Siap Negosiasi Program Nuklir dengan AS, Tolak Nol Pengayaan Uranium
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.