jpnn.com, JAKARTA - Pasien cuci darah peserta BPJS Kesehatan di beberapa daerah mendadak viral, lantaran mereka tidak bisa melakukan cuci darah di rumah-rumah sakit.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi pasien cuci darah yang sempat diblokir akan segera diaktifkan kembali.
BACA JUGA: Banyak Pasien Anak Cuci Darah di RSHS Bandung, Konon Ini Penyebabnya
Agus Jabo menegaskan layanan kesehatan bagi pasien cuci darah tidak boleh terhambat, terlebih bagi warga yang terdampak bencana dan kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS Kesehatan untuk mempercepat proses aktivasi kembali.
“Ini saya sampaikan khusus untuk pasien cuci darah. Kita akan segera melakukan reaktivasi kembali. Kita sedang berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPJS,” kata Wamensos Agus Jabo dikutip Senin (9/2).
BACA JUGA: 11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Ribka PDIP Bersuara Keras, Silakan Disimak
Agus Jabo juga meminta seluruh rumah sakit agar tetap memberikan layanan kepada pasien cuci darah, meskipun kepesertaan BPJS Kesehatan mereka sempat diblokir.
“Saya minta pihak rumah sakit tidak boleh menolak pasien cuci darah, karena yang kemarin diblokir itu akan segera direaktivasi kembali,” ujar Agus Jabo.
Dia menjelaskan bagi pasien yang sudah datang dan membutuhkan layanan cuci darah, proses reaktivasi BPJS akan dilakukan secepat mungkin agar pelayanan medis tidak tertunda.
“Kalau mereka sudah masuk dan membutuhkan layanan, segera akan kita reaktivasi,” ujar Agus Jabo
Lebih lanjut Agus Jabo menyebut pihaknya telah meminta BPJS Kesehatan memberikan penanda khusus bagi pasien cuci darah agar proses reaktivasi dapat dilakukan secara cepat dan serentak di seluruh daerah.
“Kami sudah minta kepada BPJS khusus pasien-pasien cuci darah untuk diberi tanda, supaya secepatnya secara nasional bisa kita reaktivasi semua,” kata Wamensos Agus Jabo.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


