Kata Warga Cempaka Putih soal Kasus Siswa Serang Siswa Pakai Air Keras

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pada Jumat (6/2) di wilayah Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, tiga pelajar (diduga SMA) berboncengan di satu motor menyiram air keras ke tiga pelajar (diduga pelayaran) yang berboncengan tiga juga. Mereka berpapasan di jalan.

Kasus ini tidak diketahui warga sekitar, karena di daerah itu sebelumnya relatif aman dari tindakan kriminal, bahkan Umi, salah satu warga, baru tahu kejadian air keras itu dari media sosial.

“Saya cuma lihat dari handphone doang,” kata dia pada kumparan, Senin (9/2).

Ia juga menyebut kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di lingkungannya.

“Kalau tawuran pernah, cuman udah lama banget. Empat apa lima tahun lalu. Baru (ada kejadian kriminal) lagi,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan warga lain, Iwan, yang juga mengetahui peristiwa itu dari media sosial. Ia mengatakan tidak ada warga yang melihat langsung kejadian penyiraman tersebut.

“Enggak ada (saksi). Tahunya cuma di YouTube,” ujarnya.

Menurut Iwan, lingkungannya terbilang aman.

“Aman sini mah. Baru ini doang kemarin. Orang enggak kepikiran dia mau niat jahat. Saya pikir kejadian apa, orang mau nyolong motor di masjid,” ucapnya.

Ketua RW 02, Darda, membenarkan bahwa tidak ada saksi mata dari warga yang melihat langsung kejadian tersebut.

“Kalau saksi enggak ada. Cuman saksinya CCTV aja,” kata dia.

Ia menjelaskan, kejadian itu berlangsung senyap sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekitar. Setelah mendapat laporan adanya dugaan penyiraman air keras di wilayah RT 4 RW 02, pihak RT berkoordinasi dengan Karang Taruna untuk memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di lingkungan tersebut.

Darda menegaskan, wilayah Cempaka Putih Barat pada dasarnya bukan daerah yang rawan tawuran. Ia menyebut, dalam hampir satu tahun terakhir tidak ada tawuran di wilayah tersebut.

“Kalau dibilang rawan tawuran, di mana pun tempat pasti ada. Tapi belakangan sekitar hampir setahun itu lagi enggak ada tawuran,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pesan Prabowo di 1 Abad NU: Boleh Bersaing, tapi Pemimpin Harus Rukun | KOMPAS MALAM
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Harlah 1 Abad NU, Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji untuk Rakyat Indonesia
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Tarif Listrik per kWh 9-15 Februari 2026 untuk Semua Pelanggan Subsidi dan Non Subsidi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Dewan Pers sebut dominasi platform global picu PHK di media
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Marak Parkir Liar, Pengunjung Keluhkan Kondisi Semrawut di Petak Sembilan Jakbar
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.