GenPI.co - Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini menilai sistem pengarsipan film Indonesia masih buruk.
Menurut Novita Hardini, pemerintah gagal menjaga memori kolektif bangsa karena banyak film yang hilang.
Politikus PDIP itu menyebut jumlah film yang diproduksi sejak 1926 sampai 2025 mencapai 4.400.
Akan tetapi, sekitar 1.500 film dilaporkan hilang karena belum direstorasi dan tidak diarsipkan dengan baik.
Menurut Novita Hardini, hal itu membuat banyak legenda Indonesia tidak dikenal anak-anak muda saat ini.
"Generasi muda saat ini bahkan banyak yang tidak mengenal tokoh perfilman kita sendiri, seperti Adi Bin Slamet dan Benyamin,” kata Novita Hardini, Senin (1/2).
Novita Hardini mengatakan kondisi itu merupakan wujud nyata kegagalan negara.
“Ini kegagalan negara dalam menjaga warisan budaya," ujar Novita Hardini.
Novita Hardini mengatakan Indonesia sangat bergantung impor intellectual property (IP). Di sisi lain, IP lokal justru dibiarkan mati.
“Tanpa keberpihakan anggaran dan skema pembiayaan yang serius, mustahil Indonesia bisa mengekspor IP ke pasar global,” kata Novita Hardini. (ant)
Tonton Video viral berikut:





