Pedagang Es Kelapa yang Acungkan Golok ke Wali Kota Bekasi Dibebaskan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota tidak melanjutkan proses hukum terhadap pedagang es kelapa bernama Barmizon (60).

Diketahui, Barmizon mengacungkan senjata tajam kepada sejumlah petugas dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Perumahan Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (8/2/2026).

Ia sempat dibawa ke Polsek Bekasi Utara untuk dimintai keterangan. Namun, kemudian dipulangkan dengan sejumlah pertimbangan.

 Baca juga: Ditodong Golok Saat Tertibkan PKL di Bekasi, Ini yang Dirasakan Wali Kota

“Dengan pertimbangan yang bijak dan karena faktor usia serta sudah menyadari kesalahpahamannya maka yang bersangkutan dipulangkan setelah menulis surat pernyataan dan video permintaan maaf tidak akan mengulangi perbuatannya,” ujar Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (9/2/2026).

Setelah insiden terjadi, petugas langsung menangkap Barmizon guna menghindari hal berbahaya.

Baik Wali Kota Bekasi maupun petugas di lapangan tidak memperpanjang persoalan tersebut hingga berujung pada laporan kepolisian.

“Sekarang sudah enggak ada masalah. Dan karena pertimbangan yang sangat bijak dari pimpinan untuk fokus pada kegiatan Gerakan Indonesia Bersih-bersih,” kata Suparyono.

Sebelumnya, Barmizon yang diketahui sebagai pedagang es kelapa mengaku menyesal atas tindakannya.

Dalam video klarifikasi yang diterima Kompas.com, ia menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolres, Wali Kota, Dandim, serta jajaran petugas yang berada di lokasi saat kejadian.

“Saya Barmizon, mohon maaf pada Bapak Kapolres, Bapak Wali Kota, Bapak Dandim dan jajarannya. Dari kejadian tadi pagi di warung es kelapa saya, atas kesalahpahaman dan emosi saya saat penertiban spanduk di warung saya. Mohon dimaafkan dan saya tidak akan mengulangi lagi,” ujar Barmizon dalam video tersebut.

 Baca juga: Wali Kota Bekasi Ditodong Golok oleh Pedagang Saat Tertibkan PKL

Insiden itu terjadi saat penertiban PKL di kawasan Perumahan Duta Harapan.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di akun Instagram @infobekasiutara, situasi sempat memanas ketika Barmizon menolak lapaknya dipindahkan.

Ia tersulut emosi karena merasa lapaknya berdiri di atas lahan yang telah dibelinya.

Dalam kondisi emosi, ia kemudian mengeluarkan golok dari dalam lapaknya dan mengacungkannya ke arah petugas dan pejabat yang berada di lokasi, termasuk Wali Kota Bekasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sejumlah petugas terlihat mundur beberapa langkah, sementara warga di sekitar lokasi merekam kejadian tersebut menggunakan telepon seluler.

Namun, situasi berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pendekatan persuasif dan negosiasi. Barmizon akhirnya bersedia meletakkan golok tanpa melukai siapapun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Awas! Tekanan Belum Reda: Pasar RI Dikepung "Badai" Kabar Genting
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemprov Sulsel: Pembangunan Infrastruktur Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 5,43%
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Advokat Tak Boleh Terima Honor Ketika Berikan Bantuan Hukum
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
NasDem Nilai Wacana Prabowo Dua Periode Masuk Akal Didukung Kepuasan Publik Tinggi
• 1 jam lalupantau.com
thumb
[FULL] Fakta Kematian Siswa SD di Ngada Jadi Pelajaran Bangsa, Soroti Perlindungan Anak
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.