FAJAR, MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan try out bagi siswa SMA, MA, dan SMK se-Sulawesi Selatan sebagai bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026-2027.
Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi mutu pendidikan sekaligus pemetaan kesiapan siswa menghadapi jenjang perguruan tinggi di Auditorium Al-Jibra UMI, Senin, 9 Februari.
Wakil Rektor I UMI yang juga Ketua Panitia, Prof Dirgahayu Lantara, mengatakan kegiatan try out diikuti oleh 29 SMA sederajat yang diundang secara terbatas. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 200 siswa beserta guru pendamping dari masing-masing sekolah.
Menurut Dirgahayu, keterbatasan daya tampung menjadi alasan tidak seluruh SMA di Sulawesi Selatan dapat diundang. Namun, pihak kampus berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang agar menjangkau lebih banyak sekolah.
“Try out ini bertujuan untuk memperoleh gambaran proses pendidikan yang berlangsung di tingkat SMA, MA, dan SMK. Dari hasil tersebut, kami akan memberikan masukan kepada sekolah terkait titik-titik yang perlu diperkuat dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar pendidikan yang melibatkan Dinas Pendidikan Sulsel serta Ketua Pembina Yayasan. Forum tersebut membahas polarisasi pendidikan dan tantangan transformasi pendidikan ke depan, termasuk dampak perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“AI bukanlah pola pikir, melainkan alat. Pola pikir tetap berada pada manusia yang menjalankan aktivitas pendidikan,” ujar Prof Dirga, sapaannya.
Ia menekankan pentingnya penguatan nalar dan karakter siswa di tengah kemajuan teknologi. UMI juga memberikan apresiasi khusus kepada peserta yang meraih nilai tertinggi dalam try out.
“Bentuk penghargaan tersebut, akan mendukung kemudahan siswa dalam menjalani proses akademik di UMI, meski sebagian bentuk apresiasi masih dirahasiakan,” tuturnya.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyampaikan bahwa kampus telah menyiapkan master plan pengembangan pendidikan jangka panjang.
Menurutnya, UMI bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan nasib dan kehidupan melalui proses pendidikan.
“Kampus ini telah melalui perjalanan panjang dan menjadi kampus kedua di Indonesia Timur, baik di lingkungan universitas negeri maupun swasta,” ujarnya saat membuka acara Try Out.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, menambahkan bahwa UMI hingga kini menjadi salah satu perguruan tinggi swasta dengan jumlah guru besar terbanyak.
“Ini menunjukkan komitmen kampus dalam menjaga kualitas akademik,” ucapnya.
Melalui kegiatan Try out kata dia, UMI diperkenalkan dan berharap terjalin sinergi antara sekolah menengah, perguruan tinggi, dan pemerintah. Utamanya dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Hery Sumiharto, menyebut try out sebagai sarana penting untuk mempersiapkan siswa masuk perguruan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi cara untuk melihat kemampuan awal siswa secara objektif.
“Try out jangan dianggap menegangkan, karena ini adalah uji coba. Dari sini siswa bisa mengetahui sejauh mana kesiapan mereka,” ujarnya.
Hery menambahkan, hasil try out dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia juga menilai kegiatan ini sebagai bagian dari proses seleksi dan pemetaan perguruan tinggi.
“Ke depan, kami di Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan membuka peluang kerja sama lebih luas dengan perguruan tinggi, termasuk dalam peningkatan kompetensi guru serta penguatan kapasitas siswa,” ungkapnya. (wis)





