Jakarta, tvOnenews.com – Kemenangan telak Inter Milan atas Sassuolo dengan skor 5-0 menjadi panggung gemilang bagi Nerazzurri di lanjutan Serie A. Namun, di balik pesta gol tersebut, kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, memilih bersikap merendah dan justru menyoroti kontribusi rekan setimnya.
Lautaro mencatatkan pencapaian pribadi bersejarah dalam laga itu dengan menyamai catatan gol legenda Inter Milan, Roberto Boninsegna, yang mengoleksi 171 gol sepanjang kariernya buat Nerazzurri. Meski demikian, penyerang asal Argentina tersebut menegaskan bahwa kepentingan tim selalu berada di atas pencapaian individu.
Berbicara kepada DAZN usai pertandingan, Lautaro menyebut kemenangan kolektif sebagai tujuan utama. Ia menilai pencapaian personal hanya akan bermakna jika sejalan dengan kesuksesan tim secara keseluruhan.
“Hal terpenting selalu mencapai tujuan kolektif,” ujar Lautaro. Baginya, sepak bola adalah kerja bersama yang tidak bisa bergantung pada satu sosok semata.
Meski begitu, Lautaro tidak menampik bahwa momen tersebut memiliki arti emosional bagi dirinya. Ia mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui sejak masa kecil hingga akhirnya mampu mencatatkan namanya dalam sejarah klub.
“Ini pencapaian penting dalam karier saya,” ucap Lautaro. Ia menyebut dukungan orang tua dan saudara sebagai fondasi utama dalam setiap langkah yang ia jalani.
Di tengah sorotan terhadap dirinya, Lautaro justru mengalihkan perhatian kepada Federico Dimarco. Bek kiri Inter tersebut tampil luar biasa dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan itu.
Dimarco tampil agresif, konsisten, dan efektif sepanjang laga. Pergerakannya di sisi kiri menjadi salah satu senjata utama Inter dalam membongkar pertahanan Sassuolo.
“Ya, hari ini dia adalah salah satu yang terbaik di posisinya,” kata Lautaro. Ia menilai performa Dimarco mencerminkan kualitas pemain kelas atas.
Menurut Lautaro, Dimarco memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan. Kontribusinya tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan tim di lapangan.
“Dia sangat menentukan dan bisa mengubah pertandingan,” lanjut Lautaro. Ia berharap rekannya tersebut mampu terus menjaga level permainan seperti sekarang.
Meski berada dalam tren positif, Lautaro menegaskan Inter belum sepenuhnya sempurna. Ia mengakui masih ada detail-detail kecil yang harus dibenahi, terutama saat menghadapi laga-laga krusial.


