EtIndonesia. Dunia yang kian terasa surealis kembali dikejutkan oleh sebuah temuan yang lebih mirip skenario film horor sains, namun benar-benar terjadi di dunia nyata. Di tengah permukiman biasa di Kota Las Vegas, aparat federal Amerika Serikat membongkar sebuah laboratorium biologi ilegal yang menyimpan ribuan sampel patogen berbahaya—ancaman yang oleh para ahli dinilai dapat menimbulkan bencana kemanusiaan tanpa perlu satu pun senjata nuklir.
Pada 31 Januari 2026, Federal Bureau of Investigation (FBI) melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah tinggal di kawasan permukiman yang lokasinya tidak jauh dari pusat kasino terkenal Las Vegas Strip. Target penggerebekan kali ini bukan jaringan narkoba, teroris, maupun mata-mata, melainkan sebuah fasilitas penelitian biologi ilegal yang beroperasi secara diam-diam di dalam garasi rumah.
Penggerebekan Berisiko Tinggi: Agen FBI Kenakan Pakaian Pelindung Lengkap
Menurut sumber penegak hukum, sebelum memasuki lokasi, para agen FBI terlebih dahulu mengenakan pakaian pelindung biologis tingkat tinggi. Kekhawatiran akan adanya kebocoran zat berbahaya membuat tim penyelidik memasukkan kamera mikro ke dalam garasi untuk pemeriksaan awal.
Hasil pengamatan awal membuat para agen yang telah berpengalaman bertahun-tahun di lapangan terdiam.
Di dalam garasi tersebut, petugas menemukan lebih dari 1.000 sampel biologis, termasuk:
- Tabung reaksi berisi cairan tak dikenal
- Lemari pendingin terkunci berisi sampel patogen
- Mesin sentrifugal berkecepatan tinggi
- Berbagai bahan kimia dan peralatan laboratorium canggih
Namun yang paling mengejutkan adalah label pada tabung-tabung sampel.
Label Patogen Mematikan: Dari HIV hingga Ebola
Berdasarkan informasi resmi yang diungkapkan penyidik, sejumlah tabung diberi label nama penyakit menular paling berbahaya di dunia, antara lain:
- HIV/AIDS
- COVID-19
- Tuberkulosis
- Malaria
- Ebola, virus dengan tingkat kematian sangat tinggi dan klasifikasi keamanan biologis tertinggi
Para pakar biologi menegaskan bahwa Ebola termasuk patogen yang seharusnya hanya ditangani di laboratorium dengan standar keamanan ekstrem, bukan disimpan di lemari es biasa di sebuah garasi rumah warga.
Jika sampel-sampel ini bocor—baik secara tidak sengaja maupun disengaja—dampaknya bisa meniru skenario film wabah global, seperti film Outbreak yang dibintangi Dustin Hoffman. Bedanya, kali ini bukan fiksi.
Bukan Kasus Tunggal: Jejak ke Laboratorium Ilegal California 2023
Penyelidikan FBI kemudian mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Kasus Las Vegas bukan insiden terisolasi.
Pada tahun 2023, Amerika Serikat pernah diguncang oleh penemuan laboratorium biologi ilegal di negara bagian California. Laboratorium tersebut beroperasi di sebuah bangunan terbengkalai yang disamarkan sebagai gudang.
Seorang petugas inspeksi bangunan kala itu mencurigai aktivitas tidak wajar. Ketika masuk ke dalam, ia menemukan:
- Sejumlah warga negara Tiongkok mengenakan jas laboratorium
- Ribuan tabung sampel biologis berlabel patogen
- Sekitar 1.000 ekor tikus transgenik, hasil rekayasa genetika
Menurut laporan investigasi, tikus-tikus tersebut bukan hewan percobaan biasa, melainkan diduga direkayasa untuk meneliti dan berpotensi menyebarkan virus, termasuk COVID-19. Bahkan, pada lokasi itu juga ditemukan tabung dengan label Ebola.
Perusahaan Sama, Orang Sama, Pola Sama
FBI kini memastikan bahwa:
- Laboratorium California (2023)
- Laboratorium Las Vegas (2026)
Dioperasikan oleh perusahaan terbatas yang sama, dengan kelompok individu yang sama, dan seluruhnya adalah warga negara Tiongkok.
Artinya, setelah laboratorium di California ditutup, jaringan ini tidak berhenti, melainkan berpindah lokasi ke Nevada dan melanjutkan aktivitasnya dengan menyamar sebagai rumah tinggal biasa.
Sosok Kunci: Zhu Jiabei Alias David He
Semua jejak penyelidikan mengarah pada satu nama utama: Zhu Jiabei.
Riwayat hidup Zhu Jiabei disebut aparat sebagai rekam jejak penipuan dan spionase ekonomi lintas negara. Dia pernah menjabat sebagai eksekutif senior di perusahaan milik negara Tiongkok sebelum pindah ke Kanada.
Di Kanada, dia mendirikan puluhan perusahaan cangkang untuk mencuri kekayaan intelektual Amerika Serikat dan mengirimkannya ke Tiongkok. Pengadilan Kanada menjatuhkan denda sebesar 330 juta dolar Kanada atas penipuan berskala besar tersebut.
Zhu kemudian melarikan diri ke Amerika Serikat, mengganti identitas menjadi David He, dan kembali mendirikan sejumlah perusahaan bioteknologi. Dia sempat ditahan dan dituntut pada tahun 2023, namun banyak rekannya masih bebas hingga kini.
Motif Bisnis Tak Masuk Akal, Dana Diduga dari Negara
Secara resmi, perusahaan ini mengklaim bergerak di bidang penjualan alat uji medis. Namun penyelidikan menunjukkan:
- Produk yang dijual adalah kit uji murah dari Tiongkok
- Keuntungan sangat kecil
- Sama sekali tidak sebanding dengan biaya operasional ribuan sampel patogen, peralatan mahal, dan tikus transgenik
Pertanyaan besar pun muncul: dari mana dana itu berasal?
Laporan Komite Khusus DPR AS menemukan bahwa organisasi Zhu Jiabei menerima transfer dana misterius dari bank-bank milik negara Tiongkok. Fakta ini memicu kecurigaan kuat adanya dukungan tingkat negara.
Kritik terhadap Pemerintah AS dan Perubahan Arah 2026
Kasus ini juga menyoroti kelalaian serius di tubuh pemerintah AS sebelumnya. Pada 2022–2023, pejabat lokal yang menemukan laboratorium California berulang kali meminta bantuan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), namun tidak mendapat respons memadai.
Situasi berubah pada 2026, setelah Direktur FBI baru menjabat dan menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap ancaman biologis. Di bawah pemerintahan Donald Trump, jaringan ini kini diperlakukan sebagai ancaman keamanan nasional, bukan sekadar kasus kriminal.
Perang Tanpa Batas dan Ancaman Global
Para analis menilai praktik ini sebagai bentuk “perang tanpa batas” (unrestricted warfare)—di mana laboratorium tersembunyi dapat digunakan untuk menciptakan kekacauan sosial, politik, dan kesehatan publik tanpa perlu serangan militer konvensional.
Jika penyelidikan akhir membuktikan bahwa sampel tersebut mengandung Ebola aktif, antraks, atau varian mutasi COVID-19, dunia diperkirakan akan menghadapi krisis diplomatik dan keamanan global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Peringatan Keras bagi Dunia
Kasus ini bukan hanya alarm bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi komunitas internasional dan diaspora Tionghoa di luar negeri. Tokoh seperti Zhu Jiabei dinilai tidak hanya membahayakan dunia, tetapi juga menyeret komunitas etnis ke dalam risiko dan stigma besar.
Kini, DPR AS tengah menyusun undang-undang darurat untuk menutup celah keamanan biologis yang selama ini terabaikan.
Pertanyaan yang tersisa:
– Berapa banyak laboratorium bayangan yang belum terungkap?
– Berapa banyak “Zhu Jiabei” lain yang masih bersembunyi?
Di dunia yang semakin absurd, ancaman paling mematikan sering kali bersembunyi di tempat yang paling tidak mencolok.



