Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Jakarta
Dengan format baru ini, OFC berpeluang mengirim dua wakil ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Piala Dunia FIFA 2026 menjadi momen bersejarah bagi kawasan Oseania. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menghadirkan format baru 48 tim dan memberikan keuntungan signifikan bagi Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC).
Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, OFC memperoleh jatah lolos langsung ke putaran final, di samping tetap mempertahankan satu slot melalui jalur play-off antarbenua.
Selandia Baru memastikan tiket langsung tersebut setelah tampil meyakinkan pada kualifikasi Maret lalu. Tim berjulukan All Whites ini kemudian mengetahui hasil undian putaran final dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Iran.
Tampil di bawah arahan pelatih Darren Bazeley, Selandia Baru bersiap menghadapi tantangan berat di panggung dunia.
Dengan format baru ini, OFC berpeluang mengirim dua wakil ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kesempatan itu kini berada di tangan Kaledonia Baru, yang akan berjuang melalui FIFA Play-Off Tournament.
Setelah kalah 0-3 dari Selandia Baru dalam final putaran ketiga kualifikasi OFC, Kaledonia Baru akan menghadapi Jamaika dari CONCACAF. Pemenang laga tersebut akan bertemu Republik Demokratik Kongo (CAF), dengan satu tiket Piala Dunia 2026 menjadi taruhannya.
Sejak OFC berdiri pada 1966, negara-negara Oseania kerap menempuh jalur terjal menuju Piala Dunia, terutama melalui play-off antarbenua yang mempertemukan mereka dengan tim-tim dari konfederasi AFC, CONCACAF, CONMEBOL, dan UEFA.
Berikut ini rekam jejak wakil Oseania di play-off Piala Dunia, dikutip dari FIFA.com.
Dominasi Australia dan Selandia Baru
Sebelum Australia berpindah dari OFC ke AFC pada 2006, Australia dan Selandia Baru mendominasi kualifikasi kawasan, dengan Israel yang ikut serta pada kualifikasi Piala Dunia 1986 dan 1990 karena alasan geopolitik menjadi satu-satunya pengecualian.
Hingga kualifikasi Piala Dunia 1994, hanya Australia, Fiji, dan Selandia Baru yang pernah tampil dalam kampanye play-off antarbenua sebagai wakil OFC.
Meski beberapa negara nyaris mencetak sejarah, banyak pula yang harus menerima kekalahan telak di babak play-off antarbenua. Pada kualifikasi Piala Dunia 2014 Brasil, misalnya, Selandia Baru kalah agregat 3-9 dari Meksiko.
Lalu pada kualifikasi Piala Dunia 2002 Korea Selatan-Jepang, Australia sempat menang 1-0 atas Uruguay di Melbourne di depan lebih dari 84 ribu penonton, namun kalah 0-3 pada leg kedua di Montevideo.
Tiga Kegagalan Beruntun OFC
Kaledonia Baru kini berusaha mengakhiri rangkaian tiga kegagalan beruntun OFC di babak play-off. Seluruh kegagalan tersebut dialami Selandia Baru, dimulai kekalahan dari Meksiko, kemudian dari Peru pada kualifikasi Piala Dunia 2018, serta dari Kosta Rika menuju Piala Dunia 2022.
Pada laga melawan Peru, Selandia Baru bermain imbang tanpa gol di Wellington sebelum kalah 0-2 di Lima. Sementara pada kualifikasi Piala Dunia 2022, All Whites nyaris lolos sebelum kalah tipis 0-1 dari Kosta Rika dalam laga tunggal di Qatar.
Australia pun memiliki sejarah pahit, termasuk kegagalan dramatis melawan Argentina pada kualifikasi Piala Dunia 1994 dan tersingkir dari Iran pada kualifikasi Piala Dunia 1998 melalui aturan gol tandang.
Sejarah Sukses Wakil OFC di Play-Off Piala Dunia
Sepanjang sejarah kualifikasi Piala Dunia, jalur play-off antarbenua kerap menjadi tantangan terberat bagi wakil Oseania atau OFC.
Meski sering berhadapan dengan lawan dari kawasan yang lebih mapan secara kompetitif, beberapa tim Oseania mampu menorehkan kisah sukses yang hingga kini dikenang sebagai momen bersejarah.
1. Piala Dunia 2006: Australia
Pada penampilan terakhir mereka sebagai anggota OFC, Australia mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman. Menghadapi Uruguay di play-off antarbenua, Socceroos kalah 0-1 pada leg pertama di Montevideo, namun membalas dengan kemenangan 1-0 di Sydney lewat gol Mark Bresciano.
Adu penalti pun menjadi penentu, dengan Mark Schwarzer menjadi pahlawan sebelum John Aloisi mencetak penalti kemenangan.
2. Piala Dunia 2010: Selandia Baru
Kesuksesan kembali diraih OFC pada kualifikasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan melalui Selandia Baru. Menghadapi Bahrain, All Whites bermain imbang tanpa gol pada leg pertama sebelum menang 1-0 di Wellington lewat sundulan Rory Fallon.
Selandia Baru kemudian mencatat rekor unik di putaran final dengan tiga hasil imbang di fase grup, meski akhirnya tersingkir.
Kini, Kaledonia Baru berupaya menambah kisah sukses baru dalam sejarah panjang Oseania dalam babak play-off Piala Dunia 2026, diawali dengan menghadapi wakil CONCACAF Jamaika pada semifinal 26 Maret 2026 di Meksiko.
Editor: Kunta Bayu Waskita




