BI Proyeksi Nyepi dan Idulfitri jadi Penggerak Ekonomi Bali pada Kuartal I/2026

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR – Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian Bali akan tetap tumbuh kuat pada kuartal I/2026 seiring dengan optimisme konsumen yang tetap terjaga, realisasi investasi yang terus berlanjut, dan pertumbuhan sektor pariwisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menjelaskan pada kuartal I/2026 terdapat momentum hari raya Imlek, Nyepi, dan Ramadan hingga Idulfitri yang dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali. 

Hari raya nyepi diproyeksikan belanja rumah tangga akan meningkat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan Nyepi. Begitu juga untuk perayaan Ramadan dan Idulftri.

“Sementara dari sisi pariwisata peningkatan penerbangan internasional dan kegiatan MICE, serta penambahan akomodasi pariwisata baru turut mendorong peningkatan kunjungan wisata,” jelas Erwin, Senin (9/2/2026).

Dari sektor pertanian, kebijakan penurunan HET pupuk subsidi, penggunaan bibit unggul, dan iklim yang lebih baik berpotensi menghasilkan hasil pertanian yang lebih tinggi. Selain itu, masih kuatnya konstruksi proyek swasta terutama terkait pariwisata dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.

Lebih lanjut, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan, Bank Indonesia merekomendasikan 5 strategi utama Panca Kerthi yakni memperkuat sektor unggulan di luar sektor pariwisata sebagai new source of economy Bali melalui penguatan sektor pertanian, mendorong ekonomi kreatif, perluasan investasi berkualitas.

Baca Juga

  • Pertumbuhan Ekonomi Bali 2025 Capai 5,82%, Tingkat Kemiskinan hingga Pengangguran Turun
  • Kementerian Lingkungan Hidup Larang Bali Gunakan Insinerator Sampah
  • Bali Mulai Groundbreaking Fasilitas Waste to Energy pada Maret 2026

Kemudian, mengakselerasi terwujudnya pariwisata yang berkualitas melalui perluasan dan diversifikasi destinasi wisata sesuai karakteristik daerah dan budaya lokal.

Bank Indonesia juga akan mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan sinergi dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP), optimalisasi rantai pasok melalui Perumda, perluasan Kerja sama Antar Daerah (KAD) berkualitas, serta perluasan distribusi melalui berbagai gerai inflasi.

Kemudian BI juga mendorong akses pembiayaan yang lebih inklusif, salah satunya melalui pembiayaan kepada UMKM dan sektor prioritas. Memperluas dan mengakselerasi digitalisasi Sistem Pembayaran melalui perluasan penggunaan QRIS, pengembangan ekosistem digital UMKM, peningkatan edukasi keamanan transaksi.

“Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi, dan pemangku kepentingan terkait, Bank Indonesia berkomitmen mendukung berbagai inovasi serta kebijakan strategis daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” kata Erwin. 

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada kuartal IV/2025 tumbuh sebesar 5,86% YoY. Capaian tersebut berada di atas nasional yang sebesar 5,39% YoY.

Dengan realisasi ini, Bali menjadi salah satu provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, ekonomi Bali tumbuh tinggi pada 5,82% YoY, lebih tinggi dari nasional sebesar 5,11% YoY.

Kondisi ini menunjukkan kinerja ekonomi Bali yang tetap kuat dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh menguat sebesar 5,85% (YoY) dipengaruhi oleh pengeluaran transportasi, rekreasi dan budaya, serta penginapan dan hotel sejalan dengan aktivitas pariwisata yang lebih tinggi.

Konsumsi pemerintah meningkat 10,73% (YoY) seiring peningkatan belanja pegawai serta belanja bantuan sosial baik dari APBN maupun APBD . Sedangkan investasi (PMTB) tumbuh 5,47% (YoY) terutama pada sub komponen PMTB bangunan didukung peningkatan realisasi investasi PMA dan PMDN. Sementara itu, ekspor luar negeri tumbuh 5,43 % (YoY) seiring ekspor jasa oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Bali yang kuat didorong pertumbuhan semua LU. Pertumbuhan ekonomi tertinggi terdapat pada lapangan usaha akomodasi dan makan minum (akmamin) yang tumbuh 8,90 % (YoY) , didukung peningkatan kunjungan wisatawan . Selanjutnya lapangan usaha perdagangan tumbuh 5,97% (YoY), yang tercermin dari peningkatan aktivitas wisatawan dan perdagangan bahan baku konstruksi.

Kemudian lapangan usaha transportasi dan pergudangan tumbuh 5,53%, didorong tingginya kunjungan wisatawan khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai. lapangan usaha konstruksi juga tumbuh 2,84% (YoY), sejalan dengan realisasi investasi. Berikutnya, LU Pertanian tumbuh 0,25 % (YoY) didorong oleh subsektor perkebunan (kelapa dan kakao) dan peternakan (telur ayam, daging ayam, dan daging sapi) .


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hantam Jalan Rusak di Matraman, Seorang Pelajar Meninggal Dunia
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNN Bali Sita Ratusan Liquid Rokok Elektrik Mengandung Narkotika
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Inflasi Masih Terkendali, Mendagri Minta Pemda Waspadai Harga Komoditas Pangan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenko PMK Gerak Cepat Tangani Bencana Tanah Bergerak di Tegal
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Penertiban PKL di Jalan Ujung Tinumbu Tanpa Tebang Pilih
• 11 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.