AHY Tegaskan Proyek Giant Sea Wall Tetap Dibangun Demi Lindungi Pantura dan Ekonomi Daerah

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

AHY menekankan proyek Giant Sea Wall menjadi satu di antara infrastruktur pendongkrak ekonomi dan dapat melindungi wilayah Pantura Jawa.

AHY Tegaskan Proyek Giant Sea Wall Tetap Dibangun Demi Lindungi Pantura dan Ekonomi Daerah. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan setiap kebijakan yang ditujukan memacu pertumbuhan ekonomi mesti didukung pembangunan infrastruktur memadai. Salah satunya melalui Proyek Giant Sea Wall (GSW).

Proyek tersebut digadang-gadang menjadi satu di antara infrastruktur pendongkrak menjaga kepentingan perekonomian. Sehingga pembangunan tanggul laut raksasa yang menyasar sejumlah daerah rentan bencana di Pulau Jawa itu perlu dilakukan.

Baca Juga:
Pramono Sebut Pembangunan Giant Sea Wall Dilanjutkan 2026

AHY beralasan proyek GSW mampu memperkuat infrastruktur yang melindungi daerah rawan, pabrik-pabrik yang menjadi tumpuan hidup terus bisa beroperasi, hingga sawah-sawah yang ada di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura).

"Ini (proyek GSW) sebuah project yang sangat besar ya. Bicara melindungi Pantura Jawa dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, ratusan kilometer. Kami juga harus pastikan bukan hanya membangun infrastruktur fisiknya, karena ini berkaitan dengan manusia, dengan masyarakat, dengan ekonomi yang ada di daerah," kata AHY di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Baca Juga:
Proyek Giant Sea Wall Ditargetkan Groundbreaking September 2026

Ke depan, kata AHY, setiap lembaga/kementerian hingga keterlibatan akademisi bakal merumuskan proyek GSW sampai terealisasi. Sejumlah studi kelayakan mulai dilakoni dan koordinasi di bawah Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa terus digencarkan.

"Kami akan terus mengawal, membantu beliau mengawal sampai dengan bukan hanya berhenti di rencana tapi juga dieksekusi, karena ini membutuhkan anggaran yang juga sangat besar," tuturnya.

Baca Juga:
Ahli BRIN: Proyek Giant Sea Wall Membebani Tanah, Berpotensi Tenggelamkan Pesisir Jawa

Dia juga menekankan soal penguatan infrastruktur dengan pembangunan proyek seperti GSW ini menjadi bagian mengatur tata ruang kewilayahan, selain fungsi utamanya memproteksi ruang hidup.

"Selain terus melakukan inovasi yang berkelanjutan, termasuk proteksi Pantura Jawa dan daerah-daerah lain dari berbagai bencana alam, kita juga harus pastikan tata ruang tidak bisa diabaikan," tutur AHY.

Terkini, proyek pembangunan GSW di Jakarta ditargetkan groundbreaking (peletakan batu pertama) pada September 2026. Menurut kajian Kemenko IPK, tanggul laut raksasa itu membutuhkan anggaran Rp 123 triliun.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Percakapan Kripto Ramai di 2025, Nilai Transaksi Justru Menurun: Ada Apa?
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Dua Tersangka Penggelapan Dana PT DSI Hadiri Pemeriksaan di Bareskrim Polri, Ini yang Bakal Didalami
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Pria Dianiaya Tetangga di Jakbar, Berawal Protes Suara Drum Berisik
• 49 menit lalukompas.com
thumb
Bank Mandiri Apresiasi Lebih dari 2.400 PMI dan Diaspora di Hong Kong Lewat Program Mandiri Sahabatku 2026
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jatuh dari Lantai 16, Badan Pria Ini Jadi Dua
• 23 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.