Bulog akan Gunakan Pabrik Wilmar untuk Penuhi Standar Ekspor Beras Jemaah Haji

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Perum Bulog akan memanfaatkan fasilitas penggilingan milik PT Wilmar Group untuk memenuhi standar mutu beras yang akan diekspor bagi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, seluruh jemaah haji Indonesia mulai 2026 akan menggunakan beras produksi dalam negeri. 

Insyaallah tahun ini Bulog stoknya lebih dari 4 juta ton. Kita akan bekerja keras agar jemaah haji kita menggunakan beras Indonesia,” kata Zulhas dalam konferensi pers Rapat 

Zulhas mengungkapkan, beras yang akan dikirim merupakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diolah menjadi kualitas premium. Proses pengolahan dilakukan menggunakan pabrik milik Wilmar yang saat ini dipinjam pakai oleh Bulog.

“Diolah di pabrik yang disegel Polri, milik Wilmar. Bulog pinjam pakai untuk mengolah beras sehingga produksinya menjadi premium kelas satu,” katanya.

Pabrik Wilmar Gunakan Teknologi Modern 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penggunaan fasilitas Wilmar dipilih karena memiliki teknologi modern berbasis komputerisasi yang mampu menghasilkan beras sesuai standar Arab Saudi.

“Kami sudah mendapat izin pinjam pakai dari Kabareskrim, sehingga bisa mengolah gabah menjadi beras premium dengan pecahan 5% dan kadar air di bawah 14%,” kata Rizal ditemui usai gelaran acara yang sama. 

Standar itu lebih tinggi dibandingkan beras premium dalam negeri yang umumnya memiliki tingkat pecahan 15%. Beras juga diwajibkan berasal dari gabah panen baru agar lebih segar dan pulen. 

Untuk diketahui, PT Padi Indonesia Maju (PIM) anak usaha PT Wilmar Group  sebelumnya muncul dalam pengusutan Satgas Pangan Polri terkait dugaan pelanggaran mutu beras premium. Perusahaan tersebut termasuk satu dari empat produsen yang diperiksa karena diduga melakukan praktik pengoplosan, yakni mencampur beras medium ke dalam produk berlabel premium sehingga tidak sesuai standar kualitas.

Produk yang dihasilkan perusahaan PT Wilmar Group, di antaranya Sania, Siip, Sovia, Fonta, Tulip, Arawana Brand, Wonder Farm, Fortune, Rupchanda, Mamador, Simply Dau Dau Nanh, Cheerose, serta &Many More.

Rizal menyebut, ekspor perdana dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga Februari 2026 dengan volume awal 2.280 ton. 

“Tapi, kami siapkan 3.000 ton untuk berjaga-jaga, termasuk bila nanti ada kebutuhan untuk jemaah umrah,” ujarnya.




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siswa Meninggal Kecelakaan di Jakarta Timur, Akibat Jalan Rusak Berlubang
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Purbaya Siap Cairkan Rp 15 Miliar untuk Reaktivasi Peserta BPJS PBI
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Saatnya Beli untuk Investasi
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Mensos: 11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Bisa Direaktivasi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jaecoo J5 EV Harga Tetap Stabil, Segini Banderol untuk Februari 2026
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.