Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memanfaatkan momentum pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) untuk mendorong berbagai agenda, seperti sistem keuangan inklusif, integrasi infrastruktur regional, serta promosi investasi.
"Salah satu fokusnya ialah regional integration. Integrasi secara infrastruktur, baik keras maupun lunak. Dan di sini penting sekali karena kita ujungnya ingin mencari investasi dan perdagangan," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie ditemui di Jakarta, Senin.
Dalam forum tersebut, pihaknya tidak hanya melakukan pembahasan yang berfokus pada korporasi besar, tetapi juga memberi perhatian serius kepada pelaku usah mikro, kecil dan menengah (UMKM).
ABAC yang diselenggarakan di Jakarta, pada 7-9 Februari 2026 ini, kata dia, merupakan rapat pertama yang dilakukan untuk mengarahkan working group negara anggota mencari fokus pembahasan isu.
Baca juga: Indonesia bidik peningkatan ekspor dan QRIS ke negara-negara APEC
Dari hasil working group yang diselenggarakan, menurut Anindya, akan dijadikan masukan yang bisa dipelajari oleh negara anggota APEC.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa dalam jalur pembahasan sektor keuangan (finance track), terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian.
Pertama, integrasi sistem pembayaran regional yang menilai Indonesia memiliki keunggulan karena telah mengembangkan sistem kode QR yang bisa dipakai di berbagai negara.
Kedua, pergerakan modal swasta (private capital movement), khususnya dalam pembiayaan infrastruktur melalui skema public private partnership dengan dukungan pembiayaan lintas negara (cross-border financing).
Ketiga, pengembangan digital currency yang dibahas sebagai instrumen potensial untuk mendukung kelancaran arus perdagangan (trade flows) antarnegara, sehingga transaksi perdagangan menjadi lebih efisien.
Keempat, penguatan sustainable finance dan financial inclusion yang menilai Indonesia cukup maju dalam aspek ini, terutama melalui program-program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Mekaar
"Indonesia saya rasa untuk sustainable finance khususnya financial inclusion sangat maju," katanya
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan, selain ABAC, Kadin juga berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mempersiapkan penyelenggaraan Ocean Impact Summit.
Baca juga: Kadin tegaskan komitmen Indonesia dukung APEC
Forum ini katanya. menjadi salah satu sarana untuk mengedepankan agenda prioritas Indonesia, termasuk berbagai proyek strategis yang melibatkan sejumlah kementerian.
Diwartakan sebelumnya, APEC resmi meluncurkan agenda 2026 dengan mengusung penguatan integrasi ekonomi dan kerja sama kawasan di tengah tantangan global.
Para pejabat tinggi dari 21 anggota ekonomi (member economies) APEC tengah berkumpul di Guangzhou, China, untuk menghadiri rangkaian pertemuan pada 1–10 Februari.
Sekretariat APEC, melalui pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (3/2), menyatakan bahwa China selaku tuan rumah mengusung tema "Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama."
Tema tersebut menegaskan komitmen negara itu untuk memperdalam integrasi kawasan serta mempercepat kerja sama di Asia-Pasifik, kawasan ekonomi yang dinilai paling dinamis di dunia.
"Salah satu fokusnya ialah regional integration. Integrasi secara infrastruktur, baik keras maupun lunak. Dan di sini penting sekali karena kita ujungnya ingin mencari investasi dan perdagangan," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie ditemui di Jakarta, Senin.
Dalam forum tersebut, pihaknya tidak hanya melakukan pembahasan yang berfokus pada korporasi besar, tetapi juga memberi perhatian serius kepada pelaku usah mikro, kecil dan menengah (UMKM).
ABAC yang diselenggarakan di Jakarta, pada 7-9 Februari 2026 ini, kata dia, merupakan rapat pertama yang dilakukan untuk mengarahkan working group negara anggota mencari fokus pembahasan isu.
Baca juga: Indonesia bidik peningkatan ekspor dan QRIS ke negara-negara APEC
Dari hasil working group yang diselenggarakan, menurut Anindya, akan dijadikan masukan yang bisa dipelajari oleh negara anggota APEC.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa dalam jalur pembahasan sektor keuangan (finance track), terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian.
Pertama, integrasi sistem pembayaran regional yang menilai Indonesia memiliki keunggulan karena telah mengembangkan sistem kode QR yang bisa dipakai di berbagai negara.
Kedua, pergerakan modal swasta (private capital movement), khususnya dalam pembiayaan infrastruktur melalui skema public private partnership dengan dukungan pembiayaan lintas negara (cross-border financing).
Ketiga, pengembangan digital currency yang dibahas sebagai instrumen potensial untuk mendukung kelancaran arus perdagangan (trade flows) antarnegara, sehingga transaksi perdagangan menjadi lebih efisien.
Keempat, penguatan sustainable finance dan financial inclusion yang menilai Indonesia cukup maju dalam aspek ini, terutama melalui program-program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Mekaar
"Indonesia saya rasa untuk sustainable finance khususnya financial inclusion sangat maju," katanya
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan, selain ABAC, Kadin juga berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mempersiapkan penyelenggaraan Ocean Impact Summit.
Baca juga: Kadin tegaskan komitmen Indonesia dukung APEC
Forum ini katanya. menjadi salah satu sarana untuk mengedepankan agenda prioritas Indonesia, termasuk berbagai proyek strategis yang melibatkan sejumlah kementerian.
Diwartakan sebelumnya, APEC resmi meluncurkan agenda 2026 dengan mengusung penguatan integrasi ekonomi dan kerja sama kawasan di tengah tantangan global.
Para pejabat tinggi dari 21 anggota ekonomi (member economies) APEC tengah berkumpul di Guangzhou, China, untuk menghadiri rangkaian pertemuan pada 1–10 Februari.
Sekretariat APEC, melalui pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (3/2), menyatakan bahwa China selaku tuan rumah mengusung tema "Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama."
Tema tersebut menegaskan komitmen negara itu untuk memperdalam integrasi kawasan serta mempercepat kerja sama di Asia-Pasifik, kawasan ekonomi yang dinilai paling dinamis di dunia.





