Masjid Cheng Hoo Makassar: Ruang Aman Mualaf, Rumah bagi Pencari

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR-Tidak semua orang datang ke Masjid Muhammad Cheng Hoo Makassar dengan keyakinan yang sudah bulat. 

Sebagian justru melangkah masuk dengan hati penuh tanya. Ada yang duduk lama di serambi sebelum berani berbicara, ada pula yang datang diam-diam, berharap tak banyak ditanya. Bagi mereka, masjid ini bukan sekadar tempat salat, melainkan ruang awal untuk menapaki perjalanan iman sebagai seorang Muslim.

Sebagai masjid dengan identitas Tionghoa Muslim, Masjid Muhammad Cheng Hoo Makassar dikenal luas sebagai ruang aman bagi calon mualaf. “Apabila ada yang datang dengan keinginan untuk belajar atau secara sukarela memilih masuk Islam, kami menerimanya dengan terbuka,” ujar Asrullah, imam sekaligus pengelola masjid.

Banyak yang datang bukan berasal dari Makassar. Ada yang dari Toraja, ada pula dari daerah lain di Sulawesi Selatan, bahkan luar pulau. Latar belakang mereka beragam—agama, budaya, dan pengalaman hidup berbeda. Namun hampir semuanya membawa kegelisahan yang sama: ingin mengenal Islam tanpa merasa dihakimi.

Di masjid ini, proses menjadi mualaf tidak dibingkai sebagai seremoni besar. Tidak ada panggung, tidak ada sorotan. Pengurus memilih pendekatan personal. Calon mualaf biasanya berbincang terlebih dahulu dengan imam atau pengelola, menyampaikan alasan, pertanyaan, dan keraguannya. “Kami dengarkan dulu. Tidak semua orang siap langsung mengucapkan syahadat,” kata Asrullah.

Jika seseorang benar-benar mantap, barulah proses pengislaman dilakukan. Setelah itu, masjid tetap mendampingi mereka. Pembinaan diberikan secara fleksibel, tanpa kelas formal atau jadwal tetap. “Kalau mereka mau belajar, datang saja. Kami selalu buka pintu,” tambahnya.

Identitas Masjid Muhammad Cheng Hoo yang lekat dengan komunitas Muslim Tionghoa membuat banyak calon mualaf merasa lebih nyaman, terutama mereka yang berasal dari latar belakang non-Muslim atau etnis Tionghoa. Masjid ini seolah menegaskan bahwa Islam tidak menghapus identitas budaya seseorang. “Masjid ini menunjukkan bahwa menjadi Muslim tidak berarti harus meninggalkan budaya,” jelas Asrullah.

Bangunan masjid dengan atap pagoda, warna dominan merah, serta kaligrafi Cina di papan namanya menjadi simbol visual dari pesan tersebut: Islam hadir dalam wajah yang ramah dan inklusif.

Selain pembinaan keagamaan, masjid juga membantu aspek administratif. Setelah proses pengislaman, mualaf akan diberikan sertifikat masuk Islam, yang kerap dibutuhkan untuk keperluan administrasi. Namun bagi pengurus, dokumen bukanlah hal utama. Yang terpenting adalah memastikan mualaf tidak merasa sendirian.

Masjid Muhammad Cheng Hoo juga kerap menjadi tempat singgah bagi mualaf yang sedang dalam perjalanan atau menghadapi situasi sulit. Mereka bisa beristirahat, beribadah, dan berbincang tanpa rasa canggung. Di ruang-ruang sederhana masjid inilah banyak percakapan kecil terjadi—tentang cara wudu, bacaan salat, hingga kegelisahan menghadapi keluarga.

Di Masjid Muhammad Cheng Hoo Makassar, perjalanan iman tidak selalu dimulai dengan keyakinan yang bulat, melainkan dengan keberanian untuk bertanya. Masjid ini hadir bukan sebagai ruang yang menuntut, tetapi sebagai tempat singgah bagi mereka yang sedang mencari. Di balik bangunan bercorak Tionghoa dan pintu yang selalu terbuka, masjid ini menawarkan sesuatu yang sederhana namun bermakna: kesempatan untuk mengenal Islam tanpa rasa takut, tanpa tekanan, dan tanpa kehilangan jati diri. (*)

Oleh: Adam | Athaya | AL

Mahasiswa Magang Fajar Unhas


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukannya Dukung, Trump Malah Enggak Akur Sama Atlet Olimpiade AS
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemendag: Transaksi UMKM BISA Ekspor capai Rp2,27 triliun pada 2025
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Jelang Musda, Pinrang Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Kedua Kader Golkar Sulsel
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Bakal Beri Arahan Strategis ke Pati TNI-Polri
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Pengakuan Mengejutkan Anggota Banser yang Dianiaya Habib Bahar: Ditodong Golok, Katanya Mau Dimutilasi
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.