Montesorri, Model Pendidikan Berusia Seabad dengan Dampak Modern

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Lebih dari satu abad, model pendidikan Montesorri dijalankan bagi pendidikan anak-anak usia dini di berbagai negara. Selain menunjukkan hasil belajar yang lebih baik bagi siswa, prasekolah Montesorri dapat dioperasikan dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Model Montesorri memperkenalkan pendekatan pendidikan yang dibangun berdasarkan motivasi alami anak-anak untuk belajar. Model pendidikan ini dikembangkan Dr Maria Montessori  dengan membuka kelas pertamanya pada tahun 1907 di lingkungan kelas pekerja di Roma.

Namun selama ini studi mengenai dampak penerapan model Montesorri secara ketat masih terbatas. Selain itu studi undian acak sebelumnya hanya mencakup satu atau dua sekolah, di antara kompromi lainnya.

Dalam riset dari Universitas Virginia, Universitas Pennsylvania, dan American Institutes for Research yang dipublikasikan proceedings of the National Academy of Sciences, Oktober 2025, tim peneliti melakukan studi acak berskala nasional pertama pada anak-anak yang terdaftar di sekolah prasekolah Montessori negeri.

Hasilnya berdampak baik pada anak-anak usia dini. Tim periset menemukan, siswa mendapat hasil belajar lebih baik saat mereka mencapai taman kanak-kanak (TK) dibandingkan anak-anak yang mengikuti program non-Montessori. Siswa Montessori berprestasi lebih baik dalam membaca, daya ingat, dan fungsi eksekutif.

Baca JugaPendidikan untuk Mempersiapkan Anak Menghadapi Tantangan

Penelitian tersebut merupakan uji coba terkontrol acak pertama dari pendidikan Montessori publik. Hampir 600 anak dipantau di 24 program Montessori publik di seluruh negeri Amerika Serikat.

Hasil penelitian menunjukkan, program prasekolah Montessori publik yang melayani anak-anak berusia 3 -6 tahun memberikan hasil pembelajaran awal lebih baik daripada pilihan prasekolah tradisional. Hal ini terlihat dalam kemampuan membaca, fungsi eksekutif, memori jangka pendek, dan pemahaman sosial.

Sekaligus, model Montesorri dapat mengurangi biaya bagi distrik sekolah dan wajib pajak. Program Montessori menelan biaya sekitar 13.000 dolar AS lebih rendah per anak dibandingkan program prasekolah konvensional.

Angka itu tidak termasuk penghematan tambahan yang mungkin berasal dari kepuasan guru lebih tinggi dan tingkat pergantian guru lebih rendah, tren yang didukung riset lainnya. Hasil ini kontras dengan studi prasekolah sebelumnya, yang sering menemukan manfaat jangka pendek yang memudar pada masa taman kanak-kanak atau TK.

Model Montessori yang telah berusia seabad tetap menjadi alat ampuh untuk pendidikan usia dini, menghasilkan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dan masyarakat.

Peneliti dari American Institutes for Research Juliette Berg memaparkan, hasil riset ini memiliki implikasi jelas bagi kebijakan pendidikan. Sebab, program Montessori menghasilkan peningkatan hasil belajar sambil beroperasi dengan biaya jauh lebih rendah.

Saat ini lebih dari 600 sekolah negeri di Amerika Serikat menawarkan pendidikan Montessori. “Studi nasional ini memperkuat gagasan bahwa model Montessori yang telah berusia seabad tetap menjadi alat ampuh untuk pendidikan usia dini, menghasilkan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dan masyarakat,” kata Berg.

Sementara mahasiswa pascasarjana Universitas Virginia, Emily Daggett, mengatakan dampak model Montesorri memberikan pembelajaran awal lebih kuat. Pada akhir TK, anak-anak dalam program Montessori memperoleh skor lebih tinggi dalam membaca, daya ingat, fungsi eksekutif, dan kemampuan untuk memahami perspektif orang lain.

“Manfaatnya juga berkelanjutan. Tidak seperti banyak program prasekolah di mana kemajuan awal memudar, siswa Montessori terus meningkat relatif terhadap teman sebaya mereka dari waktu ke waktu,” kata Daggett.

Meskipun dampak terkuat terlihat pada anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, anak-anak dari semua latar belakang mengalami hasil positif. Hal ini sejalan dengan tujuan awal Montessori untuk melayani komunitas yang kurang beruntung.

Model Montesorri juga dapat menghemat biaya operasional pendidikan. Dibandingkan prasekolah umum tradisional, program Montessori umum menghemat biaya 13.000 dolar AS per anak selama tiga tahun dari usia 3-6 tahun. Penghematan sebagian besar didorong oleh struktur kelas yang efisien, termasuk manfaat pembelajaran campuran usia.

Manfaat lain terlihat pada semangat kerja dan retensi guru. Hal ini karena guru Montessori cenderung melaporkan kepuasan kerja lebih tinggi dan tingkat pergantian karyawan lebih rendah. Penelitian tambahan juga menunjukkan peningkatan moral dan retensi guru di lingkungan Montessori.

Dari konkret ke abstrak

Ketua Pembina Yayasan Satriabudi Dharma Setia, Erlina VF Ratu, saat dihubungi dari Jakarta, pada Senin (9/2/2026), mengatakan, pendidikan bagi anak-anak usia dini atau periode emas (golden age) dimulai dari konkret ke abstrak. Pembelajaran dibantu dengan alat peraga yang dapat dibuat para guru dengan memanfaatkan benda-benda atau alam sekitar.

Pihaknya menjalankan pelatihan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan model Montesorri di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mendukung pendirian pendidikan PAUD Montesorri Sumba di Sumba Timur dan Nayaka Montessori Lembang di Jawa Barat,

Anak-anak pun belajar dengan menggunakan semua sensori mereka yang dapat membantu tumbuh kembang secara optimal. Mereka belajar secara bermakna. Hasilnya, terlihat anak-anak mempunyai kesiapan untuk belajar di sekolah dasar.

“Anak-anak jadi enggak bingung saat belajar karena dari konkret ke abstrak. Saat belajar literasi dan numerasi, guru bisa memanfaatkan kerang jika di daerah pantai, atau biji-bijian tanaman jika di daerah pertanian. Alat peraga membantu anak belajar konkret menuju abstrak,” kata Erlina menambahkan.

Sebagai contoh, anak belajar mengenal huruf abjad, seperti huruf A, diberikan gambar atau benda yang sesuai seperti ayam atau apel. Demikian juga ketika merangkai kata anak mampu memhamai huruf kondosona dan vokal.

“Ketika membaca kata na-si, misalnya, ya ditunjukkan gambar atau benda nasi. Sensori anak-anak juga terlatih. Mereka melihat, merasa, meraba, ataupun mencium,” tuturnya.

Di usia dini, otak anak mudah menyerap segala hal. Saya yakin model Montesorri tetap jadi pilihan baik untuk memberi layanan pendidikan anak-anak usia dini berkualitas.

Menurut Erlina, dari penerapan PAUD Montesorri yang dilakukannya, bangunan sekolah di Sumba Timur, misalnya, hanya dibangun dengan model saung. Siswa tidak dibedakan dalam kelompok TK A A dan TK B, tetapi kelas dicampur antara anak uxia rendah maupun tinggi. Namun, anak-anak akan berkembang sesuai kemampuannya.

Anak-anak pun diberi kebebasan untuk belajar dari hal-hal yang disukainya. Ini untuk mengajarkan anak kemampuan memilih sejak awal, yang tidak didikte atau diarahkan oleh orang dewasa.

Model Montesorri menuntut kemampuan guru untuk melayani kebutuhan belajar anak secara individual serta kesabaran dalam memberikan layanan terkait kebutuhan belajar anak yang berbeda-beda.

Baca JugaPendidikan Anak Usia Dini Beri Manfaat Besar ke Depan

Oleh karena itu, guru mesti mampu membuat perencanaan pembelajaran untuk memastikan kurikulum bisa diterapkan. Hal esensial menyangkut practical life sebagai landasan bagi anak usia dini untuk mandiri, mengoptimalkan sensori saat belajar, materi matematika dan bahasa dari konkret ke abstrak, dan mengajarkan  budaya (geografi dan sains).

“Sayang banget jika anak usia dini pada masa emasnya tak mendapat dukungan pengembangan optimal. Apalagi di usia dini, otak anak mudah menyerap segala hal. Saya yakin model Montesorri tetap jadi pilihan baik untuk memberi layanan pendidikan anak-anak usia dini berkualitas dan berdampak baik bagi tumbuh kembang anak di usia emasnya,” ujarnya.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peringatan Bulan K3 Nasional, Unhas Canangkan Gerakan Zero Obesity dan Total Safety
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Terbitkan Aturan Tanah Terlantar Bisa Disita Negara, Ini Isinya
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Jam kerja ideal menurut sains: Mengapa mulai pukul 10.00 lebih produktif?
• 1 jam lalubrilio.net
thumb
Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok Meluncur 9 Juli, Apa yang Baru?
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Bukan Cuma Porsi, Kombinasi Nasi dengan Makanan Ini Perlu Diwaspadai
• 2 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.