BGN Ubah Skema Menu MBG saat Ramadan, Ada Kurma hingga Pangan Lokal

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) bakal mengubah skema menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Menu yang disiapkan untuk penerima manfaat akan lebih banyak berupa pangan tahan lama, seperti kurma, telur rebus, susu, hingga pangan lokal.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan penyesuaian dilakukan karena sebagian besar penerima manfaat menjalankan ibadah puasa, sehingga pola distribusi dan jenis makanan perlu diatur ulang.

"Untuk anak sekolah yang mayoritas di daerah puasa, itu makanannya akan berupa makanan yang tahan lama untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat buka," kata Dadan di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Gubernur Pramono dan Kepala BGN Teken Nota Kesepakatan soal MBG

Dadan menjelaskan menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, telur asin, telur pindang, abon, buah, susu, serta penganan lokal yang umum dikonsumsi saat Ramadan. BGN juga berupaya melibatkan pelaku UMKM dalam penyediaan menu.

"Kemudian ada abon, buah, susu, dan penganan-penganan lokal yang saya kira secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan yang tahan lama. Kita hindarkan semaksimal produk-produk perusahaan besar. Sesekali boleh, tapi tidak setiap hari," ujarnya.

Sementara itu, untuk daerah yang mayoritas tidak berpuasa, layanan MBG tetap berjalan normal dengan menu segar seperti biasa. Begitu juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Adapun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan pesantren tetap beroperasi normal, namun waktu distribusi makanan digeser ke sore hari menjelang berbuka puasa.

"Untuk SPPG yang ada di dalam pesantren dan penerima manfaatnya juga di pesantren, maka pelayanan normal tetapi waktunya digeser ke sore hari menjelang puasa," ucap Dadan.

BGN juga menyiapkan strategi pengendalian bahan pangan selama Ramadan agar tidak memicu lonjakan permintaan pada komoditas tertentu. Jika permintaan satu komoditas dinilai berlebihan, menu akan dialihkan ke bahan substitusi.

"Saya kira dengan kerja sama ini, kita nanti malah mudah dengan BUMD mengaturnya. Kira-kira produk apa yang dibutuhkan masyarakat secara umum untuk menjelang puasa dan juga Idul Fitri, nanti kita akan kurangi permintaannya di program Makan Bergizi," ungkapnya.

Menurut Dadan, pengaturan menu ini sekaligus menjaga keseimbangan pasokan pangan di pasar serta memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi selama bulan puasa.




(bel/yld)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Chris Hemsworth dan Elsa Pataky Bicara Sport-Fandom
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tanggapi Moody’s, Pasar Obligasi Diproyeksi Lebih Tertekan dari IHSG
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Pakar: Pendampingan Jaksa di Proyek Chromebook tak Jamin Bebas Korupsi
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polri Asesmen 249 WNI Diduga Korban TPPO di Kamboja
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Xpeng Pamer Teknologi AI di IIMS 2026, dari Horse Power ke Brain Power
• 30 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.