Jakarta, tvOnenews.com-Tewasnya seorang pelajar berinisial A setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, yang diduga akibat jalanan rusak mengundang pihak keluarga bersuara. Pihak keluarga masih menunggu kepastian terkait kronologi peristiwa yang merengut korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA
"Jadi, kita kan nggak tahu kronologi, tahu-tahu dia yang terkapar itu ternyata ponakan saya," kata paman korban A, Cecep kepada wartawan di rumah duka di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Senin.
Dia mengatakan pihaknya hanya menerima informasi keponakannya mengalami kecelakaan saat berkendara sendiri di jalan raya tersebut.
Cecep pun mengaku hanya mengetahui sang keponakan melintasi lubang di jalan, kemudian terkapar jatuh. Lalu, korban dibawa ke polisi untuk penanganan lebih lanjut.
"Kronologinya didengerin kan, emang nabrak lubang, jatuh, gitu. Terkapar dia," ujar Cecep.
Sampai dengan saat ini, sejumlah tamu datang melayat ke rumah duka, di antaranya dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pihak sekolah korban serta kepolisian.
Sebelumnya, seorang pelajar meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi, yang diduga akibat jalanan rusak.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, saat arus lalu lintas masih relatif sepi.
Sementara itu, korban diketahui masih berstatus sebagai pelajar, dan diduga sedang dalam perjalanan menuju sekolah saat kecelakaan itu terjadi.
Terlihat ambulans milik Dinas Kesehatan DKI Jakarta terparkir di tengah jalan lokasi kejadian. Kondisi arus lalu lintas di Jalan Matraman Raya juga sempat mengalami kepadatan saat petugas melakukan evakuasi korban.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar perbaikan jalan berlubang terus dilakukan agar tidak lagi memakan korban.
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti. Kalau dilihat di lapangan, sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Senin.
(ant)




