Ghislaine Maxwell, mantan pacar Jeffrey Epstein yang kemudian menjadi kaki tangan miliarder tersebut, dipanggil komite penyelidikan DPR AS. Namun, perempuan 64 tahun yang sebelumnya dikenal sebagai sosialita itu akan memilih bungkam.
Hingga saat ini, Maxwell menjadi satu-satunya sosok kunci dalam lingkaran dalam Epstein yang dijatuhi hukuman penjara atas skandal perdagangan seks anak tersebut.
Kasus ini terus menjadi sorotan dunia karena menyeret deretan nama tokoh berpengaruh yang diduga menjadi bagian dari jaringan elite Epstein.
Maxwell dinyatakan bersalah pada tahun 2021 dan divonis penjara 20 tahun. Video sepanjang 10 jam yang memperlihatkan kegiatannya di sel baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ).
Maxwell diketahui pernah menjalin hubungan asmara dengan Epstein. Setelah hubungan romantis mereka berakhir, mereka tetap tinggal bersama.
Maxwell menjadi tangan kanan Epstein yang mengatur urusan rumah tangga pemodal AS keturunan Yahudi itu. Bahkan ada yang menyebut Maxwell dijuluki Madame.
Ghislaine Maxwell adalah anak Robert Maxwell, seorang taipan media asal Inggris yang berpengaruh dan kontroversial. Tak sedikit yang mengindikasikan Robert adalah mata-mata Israel.
Maxwell Tampil PerdanaKasus Epstein membuat Komite Pengawasan DPR AS turun tangan. Komite permanen di DPR ini fokus menyelidiki kegagalan lembaga pemerintah dalam mengusut kasus Epstein yang mulai mencuat 2008, tapi baru meledak tahun 2019.
Penyelidikan yang dilakukan oleh komite DPR itu sangat agresif. Mereka tidak hanya memanggil Ghislaine Maxwell, tetapi juga sejumlah tokoh besar dan mantan pejabat tinggi negara.
Pada Senin (9/2) menurut jadwal adalah penampilan pertama kalinya Maxwell memberikan kesaksian di bawah sumpah (deposisi) di hadapan komite sepanjang sejarah kasus Epstein. Kesaksian ini akan disampaikan lewat videoconference.
Meski demikian Maxwell menyatakan niatnya untuk bungkam di hadapan komite. Informasi ini terungkap melalui surat resmi yang dilayangkan oleh anggota parlemen AS, Ro Khanna, demikian dikutip dari Reuters, Senin (9/2).
Dalam suratnya kepada Ketua Komite James Comer, Khanna menyebutkan bahwa Maxwell akan mengambil langkah bungkam dengan menggunakan Amandemen Kelima.
Amandemen Kelima adalah bagian dari Konstitusi AS yang memberikan perlindungan hukum bagi setiap individu agar tidak dipaksa menjadi saksi melawan diri mereka sendiri. Singkatnya, hak bungkam.
Maxwell memilih untuk tidak menjawab pertanyaan inti guna menghindari risiko pernyataan yang dapat menyudutkan posisinya secara hukum.
Ketimbang terlibat dalam tanya jawab dengan anggota komite DPR, Maxwell lebih memilih untuk membacakan pernyataan yang telah dia persiapkan sebelumnya. Khanna, anggota komite yang mengungkap rencana Maxwell ini, tak membeberkan sumber informasinya.
"Langkah ini tampak bertolak belakang dengan sikap Ny. Maxwell sebelumnya,” tulis Khanna.
Politisi Demokrat asal California ini menyoroti bahwa Maxwell tidak memilih untuk bungkam saat bertemu Wakil Jaksa Agung Todd Blanche guna membahas topik yang hampir sama. Pernyataan Khanna tersebut tertuang dalam surat yang meminta kejelasan mengenai rencana kesaksian Maxwell.
Pengambilan kesaksian Maxwell di bawah sumpah ini (deposisi) dilakukan tepat saat Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis jutaan dokumen internal terkait skandal Epstein ke publik.





