5.000 Rumah Tidak Layak Huni, Surabaya Gandeng Organisasi Kemanusiaan

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA, KOMPAS — Sekitar 5.000 unit hunian kalangan masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR di Kota Surabaya, Jawa Timur, berkategori rumah tidak layak huni atau rutilahu pada 2026. Pemerintah dan organisasi kemanusiaan bersinergi demi memperluas jangkauan program rehabilitasi rutilahu guna meningkatkan kualitas hidup MBR.

Pemerintah Kota Surabaya sejak 2016 telah memiliki program Bedah Rumah atau ”Dandan Omah”. Satu dekade berjalan, program ini telah memperbaiki 14.800-14.900 rutilahu. Perbaikan tidak cuma ditanggung negara, melainkan organisasi kemanusiaan.

Tahun ini, Surabaya menerima pengajuan rehabilitasi melalui e-Rutilahu sebanyak 4.500 unit. Jumlah pengajuan masih bisa berubah karena tahun berjalan.

Namun, alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026 tidak bisa berubah karena telah diputuskan sekitar 2.400 unit akan diperbaiki. Dana rehabilitasinya Rp 35 juta per rutilahu.

”Untuk itu, sinergi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia seperti hari ini dapat terus membantu upaya kami meningkatkan kualitas hidup warga melalui rehabilitasi rutilahu,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat Serah Terima 100 Unit Rumah Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Merah Putih di Kantor Kecamatan Wonokromo, Senin (9/2/2026).

Baca JugaTantangan Hunian Layak dan Tren yang Bergeser

Bebenah Kampung merupakan program rehabilitasi rutilahu yang dilaksanakan oleh Tzu Chi Surabaya. Organisasi yang berpusat di Taiwan ini ingin turut terlibat dalam program pemerintah menyediakan 3 juta unit hunian layak terutama bagi MBR.

Setahun ini, Tzu Chi membantu perbaikan untuk lebih dari 5.000 rutilahu di 11 kota. Sebanyak 500 unit di antaranya berlokasi di Surabaya.

Sebanyak 100 unit telah selesai diperbaiki, berlokasi di tiga kelurahan di Wonokromo yakni Jagir, Ngagel, dan Ngagelrejo, dan diserahterimakan kepada penghuni.

”Sebanyak 118 unit dalam proses perbaikan dengan target selesai sebelum Lebaran (21-22 Maret 2026),” kata Ketua Tzu Chi Surabaya Vivian Fan dalam sambutan serah terima. Selanjutnya, Tzu Chi akan memperbaiki 282 unit di kecamatan lainnya antara lain Sawahan dan Kenjeran.

Vivian menyampaikan, untuk rehabilitasi 500 rutilahu dialokasikan dana senilai Rp 15 miliar. Dana dikumpulkan bukan dari donor besar melainkan warga atau rakyat jelata melalui celengan bambu. Tzu Chi menyosialisasikan gerakan Satu Hari, Satu Koin, Satu Doa, Satu Niat Baik dan Dana Kecil Amal Besar.

”Perbaikan yang 100 unit bukan dari penyumbang besar melainkan dari warga. Ada yang Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 6.000, Rp 8.000 yang kami terima dengan penuh rasa syukur dan disalurkan dengan rasa hormat dan cinta sebesar-besarnya,” kata Vivian.

Eri mengatakan, sinergi dengan organisasi memang memperlihatkan kemampuan pendanaan dari pemerintah terbatas. Namun, dari sisi lain, kolaborasi patut diyakini sebagai watak baik orang Indonesia.

”Janganlah sebagai warga negara tidak saling peduli apalagi jika bertetangga. Dalam konteks itulah mengapa perlu dihidupkan terus Kampung Pancasila. Intinya, kalau ada tetangga kita yang miskin dan dalam kesulitan apa iya tidak membantu?,” kata Eri.

”Padahal, kalau nanti kita mati, yang usung jenazah dan yang pertama membantu memudahkan segala urusan adalah tetangga,” ujar Eri yang menjalani periode kedua pemerintahan bersama Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.

Baca JugaRumah Subsidi Bakal Makin Sempit, Standar Layak Huni Dipertanyakan

Bukti sinergitas telah tampak dalam program rehabilitasi rutilahu. Tahun 2024, program menyentuh 2.014 unit yang 1.704 unit di antaranya didanai dari APBD.

Selebihnya, sebanyak 310 unit didanai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bangga Surabaya Peduli (BSP), Victory Community Church, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Warsa lalu atau 2025, yang telah diperbaiki sebanyak 2.635 unit. Sebanyak 2.082 unit didanai oleh APBD.

Selebihnya oleh Baznas, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, BSP, Tzu Chi, Ciputra, dan Gerakan Pramuka. ”Rumah yang layak bukan sekadar hunian melainkan tempat tumbuh kembang anak dan keluarga menyiapkan masa depan cerah,” kata Eri, Ketua Ikatan Alumni ITS Jatim.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
• 21 jam lalusuara.com
thumb
DPR-Pemerintah Bahas Kisruh Penonaktifan Peserta PBI, Begini Hasilnya
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Selamat! Pangeran Mateen Sambut Kelahiran Putri Pertamanya
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
BPJPH Minta Pelaku Usaha Produk Non-Halal Cantumkan Logo
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
KAI Catat 442 Juta Penumpang Angkutan Perkotaan pada 2025, Naik 8,8 Persen
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.