Bisnis.com, JAKARTA — Perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada 2026 yang berdekatan dinilai menjadi katalis musiman yang mengerek performa emiten ritel. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) dijagokan oleh BNI Sekuritas.
Secara historis, kedua momentum ini kerap memicu peningkatan perputaran uang dan mendorong kinerja sejumlah sektor berbasis konsumsi dan ritel di tengah dinamika daya beli yang masih fluktuatif.
Retail Research Analyst BNI Sekuritas Muhammad Lutfi Permana mengatakan memasuki periode Ramadan, sektor ritel juga termasuk sebagai salah satu sektor yang paling menarik dicermati.
Dia memproyeksikan sektor ritel menunjukkan kinerja lebih agresif pada kuartal IV/2025, dengan pertumbuhan penjualan sekitar 16% secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Lonjakan ini ditopang oleh meningkatnya trafik pengunjung pusat perbelanjaan serta membaiknya indeks penjualan ritel.
“Katalis jangka pendek dinilai cukup solid, didukung oleh faktor musiman seperti libur akhir tahun Nataru yang kemudian berlanjut pada kuartal I/2026, peningkatan likuiditas, serta harapan membaiknya daya beli masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pasar sedang menantikan hasil pemulihan daya beli seiring dorongan belanja sosial pemerintah dan faktor musiman yang diharapkan berlanjut hingga kuartal I/2026.
Lutfi mengatakan daya tarik sektor ini akan semakin kuat apabila pemulihan konsumsi benar-benar berlanjut. Indikator yang akan menjadi perhatian utama ke depan antara lain Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), tingkat daya beli masyarakat, serta realisasi konsumsi rumah tangga.
“Pada 2026, sektor ritel diperkirakan mencatat pertumbuhan laba yang lebih agresif, yakni sekitar 16%,” lanjutnya.
Di sektor ritel, saham-saham pilihan utama BNI Sekuritas, yakni MAPA dan MAPI. Saham MAPA dan MAPI mendapat rekomendasi beli dengan target harga Rp900 per saham untuk MAPA dan Rp1.600 per saham untuk MAPI.
“MAPA berpeluang mencatatkan kinerja di atas ekspektasi atau outperform, sementara MAPI cenderung sejalan dengan proyeksi pasar,” katanya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494257/original/070078600_1770282429-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_15.54.20.jpeg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F09%2F1c8cc364fffdab95aa30e143622696c0-202602029RAM_Ikan_Mati.jpeg)

