Dampak Kebakaran Gudang Pestisida, Sungai Jaletreng di Tangsel Tercemar

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Kebakaran menghanguskan sebuah gudang pestisida di pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (9/2/2026). Akibat kebakaran ini, air yang digunakan untuk memadamkan api bercampur dengan zat kimia yang terbakar sehingga membuat Sungai Jaletreng tercemar.

Kepala Kepolisian Sektor Cisauk, Tangsel, Ajun Komisaris Dhady Arsya, menjelaskan, peristiwa ini bermula saat sebuah gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama terbakar pada Senin dini hari. "Saat itu, petugas keamanan di sekitar kompleks pergudangan melihat adanya kepulan asap membubung di lokasi kejadian," ucapnya, Senin.

Api cepat membesar karena di dalam gudang tersebut tersimpan sekitar 20 ton pestisida cair dan bubuk. Setelah mendapat laporan kejadian itu, sekitar 15 mobil pemadam kebakaran dan 75 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.  

Dhady mengatakan, butuh waktu sekitar tujuh jam untuk memastikan api bisa benar-benar padam. Waktu pemadaman cukup panjang karena petugas kesulitan memadamkan api yang telanjur tersulut zat kimia.

Petugas pun menggunakan pasir untuk membantu pemadaman. Total ada truk pasir yang didatangkan ke lokasi untuk membantu pemadaman. Dengan cara itu, api akhirnya bisa dipadamkan.

Baca JugaPabrik Sandal Swallow Terbakar, Sudah 15 Jam Api Belum Bisa Dipadamkan

Menurut Dhady, berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran itu diduga disebabkan oleh arus pendek listrik. Selain menghanguskan bangunan yang menimbulkan kerugian hingga Rp 2 miliar, kebakaran gudang pestisida itu juga mencemari sungai di sekitarnya.

Air Sungai Jaletreng di Perumahan De Latinos, kawasan BSD City, Tangsel, mendadak berwarna putih dan berbau bensin. Fenomena ini diabadikan dalam video yang direkam warga dan kemudian diunggah di media sosial.  

Baca JugaAlat Pemadam Minim, Kebakaran di Tolikara Hanguskan Lebih dari 100 Bangunan

Dhady membenarkan pencemaran sungai itu merupakan dampak dari kebakaran gudang zat kimia yang terjadi. Pencemaran Sungai Jaletreng itu menimbulkan bau tak sedap.

Sejumlah ikan di sungai itu juga mati. ”Kami menemukan ikan mati dan mengambang pada lima jam setelah kebakaran berlangsung,” ujarnya.

Untuk mencegah agar pencemaran tidak berlanjut, polisi telah menghubungi dinas terkait. "Saat ini kami terus berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup agar dampak dari pencemaran tidak meluas," tuturnya.

Saat ini, kata Dhady, kondisi sungai sudah kembali seperti biasa. Tidak ada lagi warna putih yang mencolok. Namun, dia mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan atau meminum air dari sungai itu sampai dinyatakan aman.

Komandan Peleton Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel Sahroni mengatakan, ada kemungkinan pencemaran itu disebabkan pencampuran antara zat kimia dengan air yang digunakan untuk memadamkan api. Adapun warna putih yang muncul di permukaan sungai diduga disebabkan busa yang digunakan saat pemadaman.

Sahroni menuturkan, ada kemungkinan air yang digunakan untuk memadamkan api itu kemudian masuk ke selokan  dan berakhir di Sungai Jalatreng. "Itu jadi saluran air satu-satunya, jadi mau tidak mau air masuk ke Sungai Jaletreng," katanya.

Kami menemukan ikan mati dan mengambang pada lima jam setelah kebakaran berlangsung


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MA tak Beri Bantuan Hukum untuk Ketua-Waka PN Depok
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Kali di Tangsel Diduga Tercemar: Air Sempat Jadi Putih Susu, Ikan Bermunculan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Anak Berstatus Stateless dari PMI Asal Gresik Berhasil Dipulangkan
• 5 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Akhirnya Buka Suara, Eca Aura Ngaku Tak Pernah Gunakan Tabung Pink
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Anak WNI Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.