Ceramah ini membahas tema besar tentang kejujuran dalam Islam, bukan hanya dari sisi halal haram, tetapi dari sisi hikmah, adab, dan dampaknya dalam hubungan manusia, khususnya rumah tangga dan pergaulan.
Islam dengan tegas mengutamakan kejujuran. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang mukmin bisa saja memiliki rasa takut atau sifat pelit karena itu bagian dari kelemahan manusia.
Namun dusta bukan karakter orang beriman. Karena kejujuran adalah fondasi sebuah hubungan.
Ketika fondasi ini dirusak oleh kebohongan, hubungan memang bisa terlihat baik di luar, tapi rapuh di dalam seperti retakan tersembunyi yang suatu saat bisa meledak menjadi bom waktu.
Namun Islam juga tidak mengajarkan kejujuran yang kasar dan brutal. Jujur bukan berarti berkata apa adanya tanpa adab, tanpa niat yang lurus, dan tanpa mempertimbangkan dampak.
Kejujuran tetap harus dibungkus dengan niat yang benar dan bahasa yang baik.
Dalam ceramah ini dijelaskan bahwa ketika kita dihadapkan pada pilihan:
- jujur tapi menyakiti, atau
- berbohong agar hubungan tetap terlihat baik,
maka Islam tetap menganjurkan kejujuran, tetapi dengan cara yang bijak. Yang dilihat pertama bukan hanya kalimatnya, tetapi niat di balik kejujuran itu.
Apakah untuk mendamaikan, menjaga dari kerusakan yang lebih besar, dan menghindari mafsadah?
Atau justru untuk menipu, menutupi kesalahan, dan mengamankan ego pribadi?
Masalahnya, banyak kebohongan dalam rumah tangga bukan karena ingin menjaga perasaan, tetapi karena niat menipu.
Menyembunyikan sesuatu yang seharusnya jujur. Padahal kejujuran yang disampaikan dengan cara yang baik justru menghadirkan ketenangan dan kepercayaan.
Ceramah ini mengajarkan bahwa jujur tidak harus jor-joran, tidak harus kasar, dan tidak harus menyakiti.
Ada adab, ada waktu, ada bahasa. Tetapi berbohong dengan alasan “demi hubungan baik”, padahal niatnya untuk menutup kesalahan, tetaplah dusta yang merusak fondasi.
Karena hubungan yang dibangun di atas kebohongan mungkin terlihat tenang, tapi rapuh.
Sedangkan hubungan yang dibangun di atas kejujuran meskipun pahit di awal akan kokoh dan menenangkan di akhir.
Jujur itu fondasi.
Bahasanya adalah adab.
Dan niatnya adalah keikhlasan.
Semoga Allah menjaga hati dan lisan kita, menjadikan kita pribadi yang jujur, lembut dalam berkata, dan bijak dalam menjaga hubungan.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum

