Pelajar Tewas Akibat Jalan Lubang, Legislator Tegur PU Jangan Lalai

merahputih.com
5 bulan lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Legislator menegur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera turun tangan mengatasi banyaknya jalan rusak di berbagai daerah.

“Jalan rusak ini persoalan serius. Jangan sampai terus memakan korban. Kementerian PU harus turun langsung dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganannya menyeluruh,” kata Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro di Jakarta, Senin (9/2).

Baca juga:

Nyawa Pelajar Melayang Akibat Jalan Berlubang, Pemprov DKI Tanggung Biaya Pemakaman

Kecelakaan Maut Pelajar SMK di Matraman

Desakan Syafiuddin ini muncul setelah insiden kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin pagi (9/2).

Korban yang tercatat sebagai siswa SMKN 34 Jakarta itu diduga terjatuh saat mengendarai sepeda motor menuju sekolah akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

Baca juga:

Pemprov DKI Tambal Ribuan Jalan Berlubang, Rano Karno: Perbaikan Masih Sementara karena Hujan

Regulasi dan Sanksi Hukum

Secara regulasi kewajiban perbaikan jalan telah diatur dalam Pasal 24 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Pasal 24 itu mewajibkan penyelenggara jalan segera memperbaiki kerusakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Jika perbaikan belum bisa dilakukan, pemerintah wajib memasang tanda atau rambu peringatan di lokasi.

Pasal 273 UU yang sama mengatur ancaman pidana bagi penyelenggara jalan yang lalai. Penyelenggara yang tidak segera memperbaiki atau memberi tanda pada jalan rusak sehingga menyebabkan kecelakaan dapat dikenai sanksi pidana penjara atau denda.

Baca juga:

Pramono Anung Minta Percepat Perbaikan Jalan Dikebut Buntut Pelajar Tewas di Matraman

Negara tidak Boleh Lalai

Untuk itu, Syafiuddin mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan, khususnya di titik-titik rawan kecelakaan, serta percepatan alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian dalam perawatan infrastruktur dasar seperti jalan,” tutupnya. (Pon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perdagangan Karbon Diyakini Bisa Menggeser Swasta dari Menebang ke Menanam
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Hari Anak Nasional 2026, Kemensos Gelar Tebus Ijazah hingga Khitanan Massal
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Don Ritto ditahan Kejagung usai diserahkan dari Polri
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Diserahkan ke Kejagung, Kortas Tipidkor Polri Dukung Kelanjutan Proses Penegakan Hukum
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Bocah Asal Boyolali Dapat Penghargaan NASA usai Temukan Celah Keamanan Sistem
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.