Kemendikdasmen Gelar Konsolidasi Nasional 2026, Bahas Wajib Belajar hingga TKA

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghelat agenda Konsolidasi Nasional 2026 dengan tema 'Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua' di kantor Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, pada 9-11 Februari 2026.

Acara ini dihadiri oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, dalam sambutannya di acara pembukaan menjelaskan agenda harian pelaksanaan konsolidasi nasional. Di hari pertama, seluruh peserta akan diajak untuk memahami kebijakan strategis dari berbagai narasumber di tingkat nasional.

"Mulai dari topik perencanaan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas); tentang pembiayaan pendidikan melalui APBN oleh Kementerian Keuangan; tentang pembiayaan pendidikan di APBD oleh Kementerian Dalam Negeri; serta dilanjutkan dengan tata kelola guru dan tenaga kependidikan, termasuk untuk guru agama yang nanti malam akan diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, dan juga Kementerian Agama," ujar Suharti pada Senin (9/2).

Lalu pada hari kedua, direncanakan diadakan diskusi panel yang dibagi menjadi sembilan komisi. Di antaranya yaitu:

1. Wajib Belajar 13 Tahun.

2. Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan.

3. Digitalisasi Pembelajaran.

4. Evaluasi dan Tindak Lanjut Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik.

5. Evaluasi dan Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan.

6. Terkait Penguatan Pendidikan Karakter dan Manajemen Talenta.

7. Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan.

8. Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Revitalisasi Bahasa Daerah.

9. Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Kecerdasan Artifisial

Kemudian pada hari terakhir, peserta akan diajak memahami mengenai berbagai praktik pelaksanaan pendidikan program pendidikan oleh berbagai daerah di Indonesia.

"Seperti praktik baik sistem penerimaan murid baru, praktik baik 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, dan praktik baik pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang menjadi salah satu strategi menghadirkan pelayanan pendidikan di wilayah tertinggal," ujar Suharti.

Selain itu, pada acara ini turut ditampilkan pameran pendidikan yang berisi berbagai karya maupun literatur mengenai isu pendidikan. Pameran ini dibuka pada pukul 10.00 WIB Senin hingga pekan depan pada Rabu (18/2).

"Kami berharap hasil konsolidasi ini dapat menjadi landasan bersama dalam penguatan kebijakan dan praktik pendidikan, serta mendorong keberlanjutan kerja sama pusat dan daerah serta mitra pembangunan," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Palestina Kecam Langkah Israel Perluas Kontrol di Tepi Barat, Dinilai Rasis dan Berbahaya
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kontrak Berjangka Wall Street Naik Didukung Pemulihan Saham Teknologi
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
13,5 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Gus Ipul: Sebagian Jadi Peserta Mandiri
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jurnalis Sampaikan 8 Poin Deklarasi Pers Nasional 2026, Silakan Disimak
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Perasaan I Made Wirawan Sudah Pensiun Kemudian Balik Lagi Jadi Pemain di Usia 45 Tahun
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.