Kampus Khusus Perempuan Terbesar di Dunia Anugerahi Megawati Doktor Kehormatan

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Foto-foto dan video di atas adalah saat Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima pemberian gelar doktor honoris causa dari Princess Nourah binti Abdulrahman University, Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2/2026). Pemberian gelar doktor honoris causa kepada Megawati diberikan langsung oleh Pelaksana Tugas Rektor Pincess Nourah binti Abdulrahman University, Profesor Fawziah binti Sulaiman Al-Amro.

Universitas Princess Nourah memberikan gelar doktor honoris causa kepada Megawati sebagai pengakuan atas kepemimpinan rintisannya di Indonesia. ”Pada kesempatan akademis yang istimewa ini, universitas dengan bangga menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Yang Mulia sebagai pengakuan atas kepemimpinan rintisannya, sebagai wanita pertama yang memimpin negaranya, dan kontribusi beliau yang abadi terhadap pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Profesor Fawziah.

Universitas Princess Nourah merupakan universitas khusus perempuan terbesar di dunia. Universitas Princess Nourah didirikan tahun 1970 dan kini memiliki jumlah mahasiswa hingga lebih dari 33.000. Ada 11 mahasiswi asal Indonesia yang tengah belajar di Universitas Princess Nourah. Kampus universitas terletak di pinggiran Riyadh dengan luas 13 juta meter persegi. Kapasitas bangunan yang ada di kampus Universitas Princess Nourah bahkan disebut mampu menampung hingga 66.000 mahasiswa. Saking luasnya, Universitas Princess Nourah memiliki sistem transportasi rel tersendiri yang dapat mengelilingi kampus.

Nama universitas diambil dari nama kakak raja pertama Kerajaan Arab Saudi, Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud. Putri Nourah dikenal sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan yang cerdas dan menjadi penasehat Raja Abdulaziz.

Profesor Fawziah mengungkapkan pemberian gelar doktor honoris causa kepada Megawati merupakan sesuatu yang istimewa bagi universitas khususnya maupun visi pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada umumnya. Profesor Fawziah mengatakan visi masa depan Arab Saudi yang akan lebih banyak memberikan peran terhadap perempuan sejalan dengan semangat pemberian gelar kehormatan kepada Megawati.

Pemberian gelar doktor honoris causa kepada Megawati yang merupakan presiden perempuan pertama di negara berpenduduk mayoritas muslim, bagi Arab Saudi menjadi semacam perayaan atas keberhasilan kaum perempuan dalam kepemimpinan. Arab Saudi menurut Profesor Fawziah ikut terinspirasi dengan fakta bahwa Megawati memimpin negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang tengah bertransformasi menjadi negara modern dan memberi kesempatan setara terhadap perempuan warga negara mereka.

”Dengan menghormati seorang pemimpin perempuan bersejarah, Universitas Princess Nourah binti Abdulrahman menegaskan kembali misinya untuk memberdayakan perempuan, merayakan kepemimpinan transformatif, dan memajukan nilai-nilai akademik global yang selaras dengan Visi Arab Saudi 2030,” ujar Profesor Fawziah.

Visi Arab Saudi 2030 adalah cetak biru yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi, memberdayakan warga negara, menciptakan lingkungan yang dinamis bagi investor, serta menjadikan Arab Saudi sebagai pemimpin global. Visi ini dirancang dalam masa kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz, yang juga Perdana Menteri Arab Saudi. Visi Arab Saudi 2030 diluncurkan tahun 2016 untuk mewujudkan modernisasi secara bertahap dan memberi kesempatan tak terbatas pada warga negaranya, termasuk kaum perempuan untuk terlibat.

Profesor Fawziah dalam pidato resminya mengungkapkan bahwa Arab Saudi dapat belajar dari Megawati tentang kepemimpinan perempuan dalam kehidupan bernegara. ”Meski pun ribuan kilometer memisahkan Riyadh dan Jakarta, pengetahuan menjembatani jarak dan visi bersama. Menyatukan kedua negara.Kami merasa terhormat menyambut Anda di Universitas Princess Nourah, universitas wanita terbesar di dunia, tempat kita berkumpul hari ini, uuntuk merayakan kepemimpinan dan menghormati tokoh global Yang Mulia Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia,” kata Fawziah.

Perempuan dalam Pemerintahan

Megawati dalam pidato ilmiah berjudul Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan menyebut pemberian gelar doktor honoris causa ini adalah pengakuan terhadap nilai-nilai perjuangan perempuan dalam pemerintahan dan kehidupan bernegara. ”Kehormatan ini tidak saya maknai sebagai pencapaian pribadi, melainkan sebagai pengakuan terhadap perjuangan perempuan damam pemerintahan dan kehidupan bernegara. Penghargaan ini adalah pengakuan bahwa perempuan memiliki tempat yang terhormat dalam membangun negara dan peradaban,” kata Megawati.

Gelar doktor honoris causa dari Universitas Princess Nourah adalah gelar doktor kehormatan ke-11 bagi Megawati yang diperoleh dari kampus di dalam maupun luar negeri. Megawati juga tercatat pernah mendapat gelar profesor kehormatan dari tiga universitas. ”Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas penganugerahan gelar doctor honoris causa dari universitas perempuan terbesar di dunia. Anugerah doktor kehormatan kali ini adalah yang kesebelas dan tiga gelar profesor kehormatan dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri,” ujar Megawati dalam pengantar pidato ilmiahnya.

Dalan pidato ilmiahnya Megawati juga menyinggung berapa sejarah telah membuktikan bahwa peradaban hebat manusia ditopang oleh kaum perempuan. ”Sejarah telah menunjukkan bahwa peradaban yang menyingkirkan perempuan dari pusat pengambilan keputusan akan kehilangan keseimbangannya,” ujar Megawati diiringi tepuk tangan hadirin yang hadir, di antaranya senat akademik Universitas Princess Nourah, diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh termasuk Duta Besar Abdul Aziz Ahmad.

Megawati dalam penganugerahan gelar kehormatan ini didampingi dua anaknya, Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo, serta sejumlah pengurus partai seperti Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP (non aktif) yang juga Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi.

Sempat ada momen setelah penganugerahan gelar kehormatan, Puan dan Prananda mencium pipi ibunya dengan bangga.

Bahkan beberapa kali saat berpidato, Megawati terlihat tak dapat menahan emosi dan terharu. Suaranya mendadak serak dan tampak air matanya saat menyampaikan pesan bahwa sejak Indonesia berdiri bahkan sepanjang sejarah panjang Nusantara, kaum perempuan selalu berada sejajar dengan laki-laki.

”Kesadaran konstitusional telah lebih dahulu hadir dalam pemikiran pendiri bangsa kami. Ayah saya, proklamator Bangsa Indonesia dan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno pada tahun 1947 pernah menulis sebuah buku, ’Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia. Beliau menulis bahwa perempuan adalah tiang negara,” kata Megawati.

Perempuan dan Islam

Di hadapan sivitas akademika Universitas Princess Nourah, Megawati juga mengingatkan bahwa Islam, menempatkan perempuan setara dalam martabat kemanusiaannya dengan laki-laki. ”Al Quran menegaskan prinsip kesetaraan martabat manusia. Sejarah Islam menunjukkan praktik yang nyata. Perempuan dalam Islam tidak pernah diposisikan sebagai pihak yang harus disingkirkan dari tanggung jawab publik. Justru sebaliknya, perempuan hadir sebagai penjaga nilai, penopang moral dan keadilan, dan penegak peradaban,” kata Megawati.

Secara khusus pesan Megawati kepada sivitas akademika Universitas Princess Nourah adalah agar kampus tidak hanya menjadi pusat pengetahuan. ”Universitas memiliki peran yang sangat strategis dalam perjuangan ini (pemberdayaan perempuan). Universitas bukan hanya sebagai pusat pengetahuan tapi ruang pembentukan nilai dan kepemimpinan masa depan. Universitas Princess Nourah berdiri sebagai bukti bahwa pendidikan adalah jalan utama pemberdayaan perempuan,” kata Megawati berpesan kepada sivitas akademika Universitas Princess Nourah.

Setelah pidato ilmiah Megawati, Fawziah memimpin langsung seremoni pemberian gelar doktor honoris causa dengan mengalungkan selendang biru dengan simbol kampus Universitas Princess Nourah, dan sertifikat doktor kehormatan.

Secara terpisah Dubes Abdul Aziz mengaku bangga dengan pemberian gelar doktor kehormatan kepada Megawati ini. Menurut Abdul Aziz, Megawati adalah tokoh pertama dari luar Arab Saudi yang mendapat gelar kehormatan ini.

Sementara Basarah yang mendampingi Megawati selama kunjungan resmi ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi mengaku bangga, atas pengakuan universitas khusus perempuan terbesar di dunia terhadap kepemimpinan Megawati yang juga Ketua Umum PDIP. Menurut Basarah, perempuan di Arab Saudi juga dapat mengambil inspirasi atas kepemimpinan Megawati dalam kehidupan politik maupun kenegaraan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bocah WNI Tewas Usai Ditabrak Mobil di Singapura, Sopir Ditangkap
• 12 jam laludetik.com
thumb
De-Kriminalisasi Jurnalis: MK Hentikan Lawfare UU ITE
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Serangan Drone Rusia Hantam Odesa, 1 Warga Tewas, Jalur Gas Meledak
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
4 Skema Penyaluran MBG Selama Bulan Puasa
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI Agus Widjojo Meninggal Dunia
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.