Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dua kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) baru yang berlokasi di Cawang, Jakarta Timur, dan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Langkah ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, dalam sebuah acara di Blok M Hub Gojek, Jakarta Selatan, pada Senin, 9 Februari 2026.
"Ada beberapa yang sedang dalam persiapan, seperti Cawang dan juga ada Pasar Baru," ungkapnya.
Pemprov DKI telah menyiapkan rencana detail tata ruang Jakarta yang mencakup pengembangan kawasan TOD untuk jangka waktu lima tahun ke depan.
Pengembangan TOD Diperluas ke Berbagai Titik StrategisSelain Cawang dan Pasar Baru, kawasan TOD juga akan dikembangkan di sejumlah lokasi lainnya seperti Lebak Bulus, Fatmawati, Dukuh Atas, Bundaran HI, Harmoni, dan Kota Tua.
Pengembangan TOD ini bertujuan untuk mendorong penggunaan transportasi publik, menggerakkan roda perekonomian di sekitar kawasan tersebut, serta menjadikannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di ibu kota.
"Harapannya, nanti semakin banyak TOD-TOD yang dikembangkan, ini menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi," ia mengungkapkan.
Fokus Revitalisasi Pasar Baru dan Kawasan BersejarahKhusus untuk kawasan Pasar Baru, Pemprov DKI juga berencana menghadirkan trayek Transjakarta yang menjangkau lokasi tersebut, serta melakukan revitalisasi besar-besaran untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi setempat.
Revitalisasi ini ditujukan untuk menarik lebih banyak warga dan meningkatkan daya tarik kawasan ikonik di Jakarta Pusat tersebut.
Rencana revitalisasi mencakup penataan akses transportasi, kemudahan parkir, perbaikan jalur pedestrian, serta peningkatan kenyamanan bagi pengunjung.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi revitalisasi kawasan bersejarah di Jakarta, di mana Glodok juga masuk dalam daftar untuk diperbaiki setelah proyek MRT rampung.
Saat ini, kawasan TOD MRT Jakarta telah dikembangkan di sembilan titik strategis sepanjang jalur MRT fase 1, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M – Sisingamangaraja, Istora – Senayan, Dukuh Atas, Bundaran HI, Bendungan Hilir, Kota Tua, dan Setiabudi.
Setiap kawasan TOD tersebut dirancang agar terintegrasi antara hunian, fasilitas komersial, area pedestrian, dan akses langsung ke stasiun MRT.
TOD diharapkan menjadi solusi mobilitas perkotaan sekaligus mendorong penataan kota berkelanjutan di masa mendatang.


