JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program ini diluncurkan secara serentak di enam daerah prioritas, termasuk Kalimantan Timur, sebagai upaya nyata mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menekan ketergantungan impor Parent Stock (PS) bagi Koperasi, peternak maupun UMKM.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, dalam keterangannya menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan penciptaan ekosistem baru yang kokoh.
“Pemerintah memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir di enam daerah. Langkah ini sangat krusial untuk mencegah kerugian ekonomi serta menjaga pasokan pangan asal ternak tetap aman dan stabil bagi masyarakat, sekaligus mendukung penuh kesuksesan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Agung Suganda.
BACA JUGA:Ditutup Melemah, Analis Prediksi IHSG Akan Kembali Bergerak di Zona Merah
BACA JUGA:Menuju Muktamar ke-35 NU: Gus Yusuf Chudlori Sosok Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU
PTPN IV PalmCo Fokus Pada Penyediaan Aset LahanMenindaklanjuti arahan nasional tersebut, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mengambil peran vital dalam groundbreaking proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur beberapa Waktu lalu.
Dalam proyek strategis yang menargetkan investasi nasional hingga US$ 7 Miliar (sekitar Rp 117 Triliun) di bawah payung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini, manajemen PTPN IV memberikan klarifikasi mengenai porsi keterlibatannya.
Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo yang hadir langsung dalam pelaksanaan groundbreaking di Paser Kalimantan Timur menjelaskan bahwa PTPN IV tidak terlibat dalam pembiayaan investasi jumbo tersebut.
Peran PTPN IV adalah sebagai penyedia aset lahan (land preparation) yang siap guna, sementara pendanaan sepenuhnya bersumber dari ekosistem investasi yang dikoordinasikan oleh Danantara.
"Pemerintah, melalui induk kami Danantara, sangat suportif dari sisi pendanaan dengan skema investasi strategis melibatkan BUMN Pangan. Posisi PTPN IV di sini adalah menyediakan aset lahan perkebunan kami yang strategis untuk dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi," tegas Ugun di lokasi acara.
Ugun menambahkan bahwa kolaborasi ini menggunakan model kemitraan di mana PTPN IV menyediakan lahan, sedangkan operasional teknis dan keahlian on-farm akan dijalankan oleh mitra ahli, termasuk BUMN pangan seperti ID FOOD (PT Berdikari) serta melibatkan koperasi, peternak dan UMKM lokal.
BACA JUGA:Cabang ke-7 Cardea Resmi Dibuka di Pekanbaru dengan Konsep Movement-Based Care
BACA JUGA:Link Daftar Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 di Pedamateng, Amankan Kuota Sebelum Kehabisan
Pusat Pembibitan Modern Berkapasitas 10 Juta EkorDi lokasi groundbreaking Paser ini, proyek akan difokuskan pada pembangunan fasilitas Parent Stock (indukan ayam) yang terdiri dari 14 kandang modern berteknologi tinggi (closed house). Fasilitas ini dirancang untuk menampung populasi hingga 140.000 ekor indukan.
- 1
- 2
- »


