Saat Initial Public Offering (IPO), saham ELSA ditawarkan pada harga 400 per saham.
IDXChannel - Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) menembus level tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH) di harga Rp770 pada perdagangan Rabu (4/2/2026) sejak melantai pada Februari 2008.
Saat Initial Public Offering (IPO), saham ELSA ditawarkan pada harga 400 per saham, dan sempat berada di level terendah Rp276 pada akhir 2021.
Setelah bertahun-tahun berada pada posisi undervalue, saham ELSA akhirnya menguat lebih dari 40 persen secara year-to-date (ytd).
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji mengatakan, pergerakan saham tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap emiten jasa energi yang memiliki fundamental kuat, portofolio bisnis terdiversifikasi, serta eksposur strategis terhadap ketahanan energi nasional.
Kinerja saham ELSA juga menunjukkan tren yang sejalan dengan peningkatan kualitas eksekusi proyek, disiplin operasional, dan pengelolaan risiko yang berkelanjutan sepanjang 2025.
"Sepanjang 2025, Elnusa mampu menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, penerapan teknologi yang tepat guna, serta budaya keselamatan kerja yang konsisten di seluruh lini bisnis,” ujarnya.
Pada segmen jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa berhasil menyelesaikan sejumlah proyek seismik strategis di berbagai wilayah kerja utama.
Di lini Oil Field Services, Elnusa menuntaskan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu dengan penerapan standar HSSE secara penuh dan tanpa insiden keselamatan.
Sementara itu, pada bisnis EPCOM, Perseroan menyelesaikan proyek EPC Booster Pump lebih cepat dari jadwal serta mengamankan kontrak baru di lingkungan Pertamina Group, mencerminkan keandalan eksekusi proyek dan tingkat kepercayaan pelanggan yang berkelanjutan.
Kontribusi signifikan juga datang dari segmen distribusi dan logistik energi melalui Elnusa Petrofin, yang mencatat pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar sebesar 29 persen serta perolehan 42 proyek baru sepanjang 2025.
Pada segmen jasa penunjang migas, Elnusa memperluas jejak internasional melalui ekspansi layanan OCTG di Aljazair serta keterlibatan dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Thailand.
Di sisi lain, bisnis data dan warehouse management mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95 persen.
Hingga Senin (9/2/2026), saham Elnusa menguat 2,13 persen ke harga Rp720 setelah bergerak fluktuatif pada pekan lalu. Dalam sepekan, ELSA menguat 6,67 persen dam tumbuh 37,14 persen dalam satu bulan.
(DESI ANGRIANI)





