GenPI.co - Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar resmi meluncurkan program Radio Ekraf 2026.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat peran radio sebagai wadah kolaborasi, ekspresi, dan pengembangan talenta di tengah dinamika industri ekonomi kreatif.
Program ini akan berlangsung selama 30 hari, dari 8 Februari hingga 9 Maret 2026.
"Radio kini tidak hanya berfungsi sebagai medium penyiaran, tetapi juga menjadi fondasi ekosistem yang mendorong pertumbuhan kreativitas sekaligus memperkuat jejaring pelaku ekonomi kreatif," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (8/2).
Irene menyebut masih ada sekitar 25 juta pendengar radio di Indonesia.
"Radio memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari the new engine of growth ekonomi kreatif, terutama di tingkat daerah," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai Radio Ekraf sejalan dengan karakter Bandung sebagai kota kreatif dengan ekosistem radio yang kuat.
Farhan menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia, kepatuhan regulasi, dan kepekaan terhadap isu sosial sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ini.
Dia mengatakan radio telah menjadi ruang ekspresi bagi berbagai komunitas sekaligus membentuk dinamika komunikasi dan kreativitas masyarakat Kota Bandung.
"Melalui Radio Ekraf, kami berharap ekosistem penyiaran lokal bisa terus berkembang dan berkontribusi terhadap keberlangsungan industri kreatif di daerah," tuturnya.
Program ini menempatkan radio sebagai simpul strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Radio Ekraf diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. (*)
Video populer saat ini:





