Art Jakarta Papers 2026, Fadli Zon: Seni Kertas Indonesia Siap Mendunia

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Suasana City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, sore itu dipenuhi percakapan hangat para seniman, kolektor, dan pelaku industri kreatif. Di tengah riuh yang tertata, lembaran-lembaran kertas menjelma menjadi medium ekspresi yang beragam. Dari ruang inilah Art Jakarta Papers 2026 resmi memulai debutnya, pada 5 Februari 2026, menandai babak baru perjalanan Art Jakarta dalam memberi panggung khusus bagi eksplorasi seni berbasis kertas.

Art Jakarta resmi membuka rangkaian program pertamanya tahun ini, yaitu edisi perdana Art Jakarta Papers. Acara telah berlangsung pada pada 5–8 Februari 2026.

Pada edisi perdananya, Art Jakarta Papers 2026 didukung oleh semangat dan kepercayaan komunitas seni di Indonesia dan regional serta segenap pendorong utama di baliknya. Pembukaan resmi digelar dalam seremoni yang dimeriahkan oleh TRUST Orchestra, orkestra komunitas terbesar di Jakarta yang baru saja meraih Gold Medal pada World Orchestra Festival 2025. Penampilan hari ini dipersembahkan oleh TRUST Collective.

Pembukaan dan peresmian Art Jakarta Papers 2026 dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, serta jajaran Kementerian Kebudayaan. Dalam semangat sinergi lintas kementerian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri budaya, hadir pula perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif Dadam Mahdar, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif beserta jajaran. Turut hadir pada acara pembukaan adalah para Mitra Utama Art Jakarta, yaitu Direktur Sucor Asset Management Fajrin Hermansyah, dan Senior Vice President of Marketing Communication BCA Adrian.
 

Baca Juga :

Art Jakarta Papers 2026 Resmi Digelar, Angkat Medium Kertas sebagai Fokus Utama

Pembukaan acara dilakukan oleh Paramitha Soedarjo selaku Direktur MRA Media dan VIP Relations Director Art Jakarta Hafidh Ahmad Irfanda. Art Jakarta Papers 2026 diresmikan oleh Fadli Zon. 

"Kehadiran pekan seni sangat penting untuk memperkuat posisi seni rupa Indonesia di kancah global. Indonesia punya sejarah panjang penggunaan kertas, termasuk daluang sebagai medium tradisional untuk manuskrip dan wayang beber. Dalam konteks kontemporer, praktik seni berbahan kertas terus berkembang dalam berbagai bentuk seperti sketsa, cetak, ilustrasi, fotografi, buku seniman, patung, dan instalasi," ucap Fadli Zon dalam sambutannya.

Sementara itu, Hafidh Ahmad Irfanda dalam sambutannya menjelaskan tentang awal mula terciptanya ide penyelenggaraan Art Jakarta Papers 2026.



"Perbincangan soal pameran yang khusus menyorot karya seni kertas telah dimulai sejak masa pandemi. Setelah menempuh perjalanan dan diskusi panjang selama beberapa tahun, kami bersyukur dapat mewujudkan Art Jakarta Papers melalui dukungan banyak pihak yang terus memberi kepercayaan terhadap ekosistem seni rupa. Dengan komitmen kolektif yang terus dipupuk, Art Jakarta dapat menjadi platform yang terus berkembang dan merespons perubahan zaman," kata Hafidh Ahmad Irfanda. 

Perjalanan selama lebih dari 15 tahun ditempuh dengan dukungan penuh dari MRA Media sebagai perusahaan yang menginisiasi Art Jakarta. Paramitha Soedarjo selaku Direktur MRA Media menyatakan bahwa melalui Art Jakarta Papers, MRA Media ingin menghadirkan Art Jakarta sebagai platform yang tidak hanya merayakan karya, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih luas bagi ekosistem seni rupa Indonesia. 

"Dengan medium kertas yang menjadi dasar dari begitu banyak proses dan gagasan artistik, publik diajak untuk melihat kembali kekayaan dan potensi medium ini dalam seni rupa kontemporer. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen MRA Group untuk terus mendukung perkembangan seni dan budaya melalui platform yang kredibel, relevan, dan bermakna," ucap Paramitha Soedarjo.
Dukungan Lead Partners
Art Jakarta Papers diperkuat oleh dukungan dua Lead Partners pada edisi perdana tahun ini, yaitu Sucor Asset Management dan BCA. Kehadiran dua pemain besar dari industri keuangan ini mengokohkan posisi pekan seni Art Jakarta sebagai bagian penting dari ekosistem seni rupa Indonesia dan regional.

Kolaborasi Sucor Asset Management bersama Art Jakarta merupakan yang pertama bagi kedua belah pihak. Sebagai perusahaan manajemen investasi, Sucor AM aktif melakukan edukasi investasi kepada masyarakat. Direktur Sucor Asset Management Fajrin Hermansyah menyampaikan bahwa kolaborasi ini mempertemukan dua grand master di bidangnya, yakni seni dan investasi. 



"Melalui Art Jakarta Papers, Sucor AM menghadirkan edukasi investasi dengan pendekatan kreatif dan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Investasi, menurutnya, tidak harus disampaikan secara kaku, tetapi dapat dinikmati melalui eksplorasi visual dan narasi yang personal. Hal ini sejalan dengan kampanye #InvestasiSenyamanmu yang mengedepankan pendekatan investasi yang nyaman dan mudah dipahami," ujar Fajrin Hermansyah.

BCA yang sebelumnya telah mendukung Art Jakarta Gardens dan edisi utama Art Jakarta 2025 kembali menunjukkan komitmennya dalam Art Jakarta Papers 2026. Adrian selaku Senior Vice President of Marketing Communication BCA, menyampaikan bahwa kehadiran BCA melalui myBCA merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan seni rupa Indonesia serta upaya menghadirkan pengalaman yang inspiratif dan bermakna bagi masyarakat. 

"Dalam kesempatan ini, myBCA berkolaborasi dengan seniman Rudy Atjeh. BCA juga menghadirkan berbagai penawaran dan kemudahan transaksi, mulai dari diskon tiket masuk hingga cashback serta cicilan," tutur Adrian.
 

Baca Juga :

Mengintip Karya Wiwik Oratmangun dalam Pameran Lukisan Woman’s Colorful Life

Dukungan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan turut memperkuat penyelenggaraan Art Jakarta Papers 2026. Dadam Mahdar menyampaikan bahwa Art Jakarta Papers tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menawarkan dialog, refleksi, dan apresiasi terhadap medium kertas sebagai dasar penting praktik kreatif seni rupa.

Art Jakarta Papers menghadirkan 28 galeri dari dalam negeri dan Asia, termasuk galeri dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Kuala Lumpur, Bangkok, Tokyo, Taipei, dan Seoul. Masing-masing menampilkan beragam presentasi yang berfokus pada medium kertas. 

Selain presentasi galeri, Art Jakarta Papers menghadirkan dua presentasi tunggal melalui AJ Spot, yaitu Iwan Effendi bersama ara contemporary dan Ruang MES 56 bersama kohesi Initiatives. Iwan Effendi menghadirkan karya instalasi berbahan kertas bertajuk Lembam, berupa patung boneka setinggi 2,5 meter. Sementara Ruang MES 56 menawarkan lokakarya interaktif bertajuk Bayangan Benda & Jejak Cahaya yang mengajak peserta bereksperimen membuat photogram cyanotype.

Program publik turut melengkapi rangkaian acara melalui diskusi AJ Talk dan lokakarya cetak saring bersama Krack! Printmaking Collective pada 6–8 Februari 2026. Diskusi mengangkat topik mulai dari posisi karya kertas dalam ekosistem seni rupa, tantangan konservasi di iklim tropis, hingga peluang pasar internasional bagi seniman kertas Indonesia.

Tahun ini, Art Jakarta juga akan menghadirkan Art Jakarta Gardens pada 5–10 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, dan Art Jakarta pada 2–4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Pria Larang Wisatawan Berfoto di Pantai Parangtritis
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Truk Angkut Ayam Tabrak Pengendara Motor Pelajar di Jombang Terekam CCTV
• 7 menit lalurctiplus.com
thumb
Massa Desak Pemekaran Kabupaten Luwu Tengah, Aksi Bakal Terus Berlanjut Sampai DOB Baru Terwujud
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Sederet Pertimbangan Pemerintah saat Susun Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme
• 7 menit laluliputan6.com
thumb
Mensos Dorong Puskesos Hadir di Setiap Desa, Apa Kegunaannya?
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.