Pemerintah Targetkan Nilai Hilirisasi Logam Tanah Jarang Capai Rp 124 Triliun

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Badan Industri Mineral (BIM) menargetkan nilai hilirisasi dari logam tanah jarang (LTJ) mencapai US$ 7,42 miliar atau Rp 124,61 triliun pada 2030. Jumlah ini berasal dari nilai dasar LTJ dan tambahan nilai mineral ikutan dalam skema pengembangan bersama.

“LTJ itu biasanya berkaitan juga dengan mineral lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk industri hilir sehingga ada nilai ekonomis yang tinggi,” kata Kepala BIM Brian Yuliarto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (9/2).

Menurutnya potensi hilirisasi Rp 124,61 triliun itu merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan Indonesia secara terbuka. Selain nilai hilirisasi, dia menyebut Indonesia juga memiliki peluang untuk memainkan peran 1-5% di industri LTJ dunia.

Presiden Prabowo Subianto telah meminta kepada BIM untuk mengembangkan beberapa mineral lain yang memiliki peran penting di industri pertahanan. Seperti Antimoni, Tangsten, dan Tantalum. 

“Ini juga sedang kami siapkan, ketiga mineral ini relatif tidak sesensitif LTJ tapi tetap cukup penting untuk industri pertahanan,” ujarnya.

Meski memiliki potensi nilai besar, namun hilirisasi LTJ di Indonesia memiliki tantangan, utamanya berkaitan dengan tata kelola teknologi. Dia menyebut Indonesia sudah berjumpa dengan beberapa negara untuk membicarakan kemungkinan kerja sama hilirisasi terkait  LTJ.

Brian mengatakan hampir semua negara menutup akses pengembangan hilirisasi LTJ di Indonesia, mereka hanya mau membeli bahan mentah saja. “Masalah teknologi ini memang tidak mudah, jadi mereka ingin kelola LTJ di negara masing-masing. Mereka tidak mau mengembangkan di Indonesia,” ucapnya.

Adapun 8 prioritas blok eksplorasi mineral kritis di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Blok Toboali. Potensi: Tungsten 8,287 ppm, LTJ 2391 ppm, dan area Tantalum 10.000 hektare (ha).
  • Blok Keposang. Potensi: LTJ 1.000 ppm dengan luas area 5000 ha.
  • Blok Melawi. Potensi: LTJ 81.720 ppm dengan luas area 54 ribu ha.
  • Blok Bayan Hulu. Potensi: Antimony dengan luas area 8,492 ha.
  • Blok Mentikus. Potensi: Sn 23.400 ppm, tungsten 9000 ppm dengan luas area 200 ha.
  • Blok Batubesi. Potensi: Sn 5.000 ppm, Tungsten 2.500 ppm dengan area seluas 500 ha
  • Blok Mamuju. Potensi LTJ 2000 ppm di area seluas 23 ribu ha
  • Blok Bombana. Potensi LTJ 220 ppm, antimony 6.170 ppm, di area seluas 64 ribu ha

Rencana Jangka Panjang

BIM berencana melakukan proyek pilot teknologi hilirisasi LTJ. Kegiatan yang akan dilakukan di Mamuju, Sulawesi Barat ini berupa pembangunan dua industri hilir atau downstream LTJ. 

“Kami saat ini menunggu proses administrasi dan rekomendasi kepada Kementerian ESDM agar izin usaha pertambangan ini bisa diberikan kepada Perminas,” kata Kepala BIM Brian Yuliarto, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (9/2).

Perminas atau PT Perusahaan Mineral Nasional merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang dibentuk pada akhir 2025. Korporasi ini berada di bawah naungan Danantara dengan jumlah kepemilikan saham 99%. 

Menurut Brian, pengelolaan Perminas pada proyek pilot ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa menjadi pemain strategis di industri logam tanah jarang. “Diharapkan juga memberikan daya tarik bagi negara lain untuk berani masuk bersama Indonesia mendirikan industri downstreaming,” ujarnya.

Brian menyebut dalam penugasannya, Perminas dapat mendirikan industri pemisahan ataupun pemurnian logam tanah jarang. Dengan hilirisasi, produk bijih yang diolah bisa menghasilkan bentuk elemen lain seperti mix rare earth, ataupun elemen ekonomis lainnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Agresi Israel Lumpuhkan Sistem Kesehatan Gaza, Obat Nyeri Jadi Barang Langka
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
4 Ciri Kepribadian Orang yang Sarapan dengan Menu Sama Setiap Hari Menurut Ilmu Psikologi
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
BPJPH Pastikan Kabar RI Diminta Setop Sertifikasi Halal Usai Gabung Board of Peace Hoaks
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pakar Kebencanaan Jelaskan Analisis Tanah Bergerak di Tegal: Masuk Zona Kerentanan Menengah-Tinggi
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Ramalan Zodiak 10 Februari: Cancer Harus Keluar dari Zona Nyaman, Scorpio Segera Introspeksi Diri
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.