JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengungkap motif tiga pelajar melakukan penyiraman air keras kepada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, para pelaku menyiramkan air keras secara acak.
"(Pelaku dan korban) Tidak saling kenal. Jadi keterangannya itu hanya random aja. Mereka itu ngelihat anak-anak sekolah lain di seberang jalan. Kalau alasannya sih, kebiasaannya kalau begitu takutnya mereka yang (akan) diserang (duluan)," ujar Roby saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/2/2025).
Baca juga: Enam Rumah di Penjaringan Kebakaran akibat Korsleting
"Mereka (pelaku) menyerang duluan. Intinya sih mereka berperilaku agresif duluan. Tapi, korbannya random," lanjutnya.
Roby mengonfirmasi bahwa ketiga korban merupakan siswa di satu SMK yang sama di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyiraman air keras itu, satu siswa mengalami cedera mata.
Polres Metro Jakarta Pusat akan menjadwalkan visum terhadap kondisi siswa tersebut.
Sementara itu, dua siswa lain tidak mengalami luka atau cedera apa pun.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan tiga pelajar yang melakukan penyiraman air keras terhadap siswa SMK di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/2/2026).
Ketiga pelaku saat ini diamankan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, ketiga pelajar ditangani di PPA karena di bawah umur.
Baca juga: Potongan Mens Rea di TikTok Jadi Barang Bukti, Polisi Juga Telusuri Tayangan Asli
"Karena ketiganya masih anak di bawah umur, maka ditangani oleh PPA Polres Metro Jakarta Pusat," ungkap Erlyn saat dikonfirmasi pada Senin.
Kronologi kejadian
Sebelumnya, peristiwa penyiraman air keras terjadi di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, kejadian berawal dari tiga pelajar berboncengan pada sebuah sepeda motor. Mereka sempat berhenti di pinggir jalan.
Kemudian, mereka berpapasan dengan siswa-siswa lain yang juga bonceng tiga dari arah berlawanan.